Penyakit Menular Seksual

Posted on September 6, 2008. Filed under: Uncategorized |

Penyakit Menular Seksual (PMS) atau Penyakit Kelamin (venereal diseases) telah lama dikenal dan beberapa di antaranya sangat populer di Indonesia, yaitu sifilis dan kencing nanah. Dengan semakin majunya peradaban dan ilmu pengetahuan, makin banyak pula ditemukan penyakit-penyakit baru, dan istilah venereal diseases berubah menjadi sexually transmitted diseases atau infeksi menular seksual (IMS).

Angka kejadian Penyakit Menular Seksual (PMS) saat ini cenderung meningkat di Indonesia. Penyebarannya sulit ditelusuri sumbernya, sebab tidak pernah dilakukan registrasi terhadap penderita yang ditemukan. Jumlah penderita yang sempat terdata hanya sebagian kecil dari jumlah penderita sesungguhnya.

Seperti di Medan, penyakit Sipilis meningkat terutama pada kelompok wanita pekerja seksual. Angka kejadian penyakit ini tiap tahun terus meningkat. Peningkatan penyakit ini terbukti sejak 2003 meningkat 15,4 persen. Sedangkan 2004 terus menujukkan peningkatan menjadi 18,9 persen, Sementara 2005 menjadi 22,1 persen. Penyakit menular seksual ini menunjukkan peningkatan setiap tahunnya 3 hingga 4 persen. Pada umumnya kasus terbanyak dialami wanita pekerja seks dengan katagori usia 20 hingga 29 tahun.

Di Kota Bandung, dari bulan Mei hingga Agustus 2004 ini, tercatat 120 kunjungan baru (pasien), dan 80 kunjungan ulang. dari jumlah kunjungan tersebut 90% di antaranya positif terinfeksi Data yang cukup signifikan juga ditunjukkan dengan jumlah pasien yang datang umumnya wanita (90%) dan 10% sisanya laki-laki. Dan jumlah “pekerja seks” sampai 1994/1995 tercatat 71.281. Tidak termasuk yang di luar pagar lokalisasi.

Kecenderungan kian meningkatnya penyebaran penyakit kelamin ini akibat perilaku seksual yang berganti-ganti pasangan, berkorelasi pula dengan kecenderungan semakin meningkatnya angka PSK yang tertular IMS, setelah ditutupnya lokalisasi dan sulitnya pemerintah melakukan kontrol karena tidak ada lagi kewenangan. Dilain pihak hubungan seksual pra nikah dan diluar nikah cukup tinggi, sehingga penularan IMS dari para PSK tersebut akan dengan cepat meningkatkan jumlah penderita.
Ada beberapa penyebab meningkatnya jumlah PSK di masyarakat. Kebanyakan akibat faktor ekonomi yang cukup berat dirasakannya sehingga dia harus menanggung kebutuhan hidupnya dengan menjadi wanita penjaja seks yang bisa mendapatkan uang dengan cepat tanpa memikirkan resikonya. Selain itu juga disebabkan faktor seorang wanita telah dikhianati pacarnya akhirnya dia putus asa mecari jalan ke luarnya dengan cara menjadi wanita penjaja seks. Bahkan juga disebabkan gaya hidup yang berlebihan maupun yang kekurangan sehingga seseorang itu terpaksa menjadi wanita penjaja seks untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya. Selain itu juga penggunaan kondom bagi lelaki hidung belang masih sangat rendah sehingga masih tingginya penyakit menular seksual seiring dengan tingginya jumlah para pelanggan wanita pekerja seks.

Dampak PMS sangat luas dan kompleks antara lain dampak medis, sosio ekonomis maupun psikologis. Dampak medis antara lain berupa kematian, timbulnya kanker ganas, kebutaan, janin mati dalam kandungan, cacad bawaan, berat badan bayi lahir rendah, kelainan sistem kardiovaskuler, kelainan susunan saraf pusat, penyakit radang panggul dan kemandulan. PMS juga akan meningkatkan risiko menularkan maupun tertular HIV, sehingga meningkatnya prevalensi IMS akan meningkatkan pula prevalensi infeksi HIV. Kota Bandung dengan penderita HIV/AIDS kumulatif mencapai 351 orang (1991 – 2004), merupakan kota tertinggi di Jawa Barat (37,5%). Sementara Jawa Barat sendiri merupakan provinsi kedua setelah Papua. Bila demikian, Bandung boleh jadi kota kedua dengan pengidap HIV/AIDS tertinggi di Indonesia.

Apa Bahaya PMS?

PMS menjadi pembicaraan yang begitu penting setelah muncul kasus penyakit AIDS yang menelan banyak korban meninggal dunia, dan sampai sekarang pengobatan yang paling manjur masih belum ditemukan. Apalagi komplikasi dari PMS (termasuk AIDS) bisa dibilang banyak dan akibatnya pun cukup fatal.

Ada beberapa bahaya PMS, yaitu:
• Kebanyakan PMS dapat menyebabkan kita sakit. Pada wanita dapat menyerang saluran indung telur, indung telur, rahim, kandung kencing, leher rahim, vagina, saluran kencing, anus. Pada pria dapat menyerang kandung kencing, vas deferens, prostat, penis, epididymis, testicle, saluran kencing, kantung zakar, seminal vesicle, anus.
• Beberapa PMS dapat menyebabkan kemandulan
• Beberapa PMS dapat menyebabkan keguguran
• PMS dapat menyebabkan kanker leher rahim
• Beberapa PMS dapat merusak penglihatan, otak dan hati
• PMS dapat menular kepada bayi
• PMS dapat menyebabkan kita rentan terhadap HIV/AIDS
• Beberapa PMS ada yang tidak bisa disembuhkan
• Bisa menyebabkan kematian
• Kehamilan di luar kandungan
• Infeksi menyeluruh
• Nyeri di perut bawah akibat infeksi saluran reproduksi (ISR) bagian dalam atau radang panggul
• Bayi labir dengan cacat bawaan, lahir terlalu dini, lahir dengan berat badan rendah atau lahir sudah terinfeksi PMS
• Epididimitis dan prostatitis
• Striktur uretra

PMS menyerang sekitar alat kelamin tapi gejalanya dapat muncul dan menyerang mata, mulut, saluran pencernaan, hati, otak, dan organ tubuh lainnya. Penyakit ini sudah ada sejak zaman Mesir, dimana sebagai ilustrasi, pada tahun 1974 telah ditemukan sebanyak 850.000 kasus PMS/ tahun, dan diantaranya terdapat 1255 kasus Sifilis/ tahun.

Beberapa Penyakit Menular Seksual yang sering ditemukan di Indonesia al:
• Disebabkan oleh Bakteri : Gonorrhoe, Sifilis, Urethritis, Vaginosis Bakterial
• Disebabkan Virus : AIDS, Herpes Genitalis, Hepatitis B, Kondiloma Akuminata
• Disebabkan oleh Jamur : Kandidiasis Vaginosis
• Disebabkan oleh Parasit : Scabies, Pedikulosis Pubis

Siapa yang berisiko terkena IMS?

Setiap orang bisa tertular IMS. Orang yang paling berisiko terkena IMS adalah orang yang suka berganti pasangan seksual dan orang yang walaupun setia pada satu pasangan namun pasangan tersebut suka berganti-ganti pasangan seksual. Kebanyakan yang terkena IMS berusia 15 – 29 tahun, tapi ada pula bayi yang lahir membawa IMS karena tertular dari ibunya.

Masih ada stigma di masyarakat bahwa IMS maupun HIV/ AIDS hanya dapat menular bagi orang yang berperilaku ‘menyimpang’. Padahal bila kita melihat korban yang sesungguhnya, tak jarang ditemui ibu rumah tangga di keluarga yang mengalami IMS, hanya tertular dari pasangan seksualnya yang terlebih dahulu terjangkit IMS.

Menurut WHO Information Fact Sheet No 249 June 2000, dibanding laki-laki perempuan lebih rentan terhadap infeksi menular seksual (IMS) baik secara biologis, kultur dan sosioekonomis. Konsekuensi juga terjadi pada bayi yang dikandung jika perempuan terinfeksi pada saat hamil (bayi lahir mati, kebutaan). Perempuan cenderung tidak mencari pengobatan, selain karena tidak adanya gejala yang dirasakan, hal ini juga disebabkan karena adanya stigma yang dilekatkan pada perempuan yang menderita IMS dicap “nakal” dan sering juga karena tidak ada waktu atau uang untuk memeriksakan diri.
Dalam PMS yang dimaksud perilaku resiko tinggi ialah perilaku yang menyebabkan seseorang yang mempunyai resiko besar terserang penyakit.

Yang tergolong kelompok resiko tinggi adalah:

1. Usia
a. 20-34 tahun pada laki-laki
b. 16-24 tahun pada wanita
c. 20-24 tahun pada kedua jenis kelamin
2. Pelancong
3. Pekerja seksual komersial atau wanita tuna susila
4. Pecandu narkotik
5. Homoseksual

Bagaimana kita bisa terinfeksi PMS?

Pada saat melakukan hubungan seksual tanpa memakai kondom dengan seseorang yang mengidap PMS terutama seks anal dan seks oral, yang dapat mengakibatkan luka. Kebanyakan PMS didapat dari hubungan seks yang tidak aman. Yang dimaksud dengan seks yang tidak aman, adalah:
• Melakukan hubungan seksual lewat vagina tanpa kondom (penis di dalam vagina)
• Melakukan hubungan seksual lewat anus tanpa kondom (penis di dalam anus)
• Hubugan seksual lewat oral atau karaoke (penis di dalam mulut tanpa kondom atau mulut menyentuh alat kelamin wanita)

Perempuan lebih rentan tertular PMS dibandingkan dengan laki-laki karena:
• Saat berhubungan seks, dinding vagina dan leher rahim langsung terpapar oleh cairan sperma. Jika sperma terinfeksi oleh PMS, maka perempuan tsb pun bisa terinfeksi
• Jika perempuan terinfeksi PMS, dia tidak selalu menunjukkan gejala. Tidak munculnya gejala dapat menyebabkan infeksi meluas dan menimbulkan komplikasi
• Banyak orang — khususnya perempuan dan remaja — enggan untuk mencari pengobatan karena mereka tidak ingin keluarga atau masyarakat tahu mereka menderita PMS.

Adakah cara lain orang dapat tertular PMS?

Cara lain seseorang dapat tertular PMS juga melalui:
• Darah
Dari tansfusi darah yang terinfeksi, menggunakan jarum suntik bersama, atau benda tajam lainnya ke bagian tubuh untuk menggunakan obat atau membuat tato.
• Ibu hamil kepada bayinya
Penularan selama kehamilan, selama proses kelahiran. Setelah lahir, HIV bisa menular melalui menyusui.
• Herpes dapat menular melalui sentuhan karena penyakit herpes ini biasanya terdapat luka-luka yang dapat menular bila kita tersentuh, memakai handuk yang lembab yang dipakai oleh orang penderita herpes.
• Tato dan tindik
Pembuatan tato di badan, tindik, atau penggunaan narkoba memberi sumbangan besar dalam penularan HIV/AIDS. Sejak 2001, pemakaian jarum suntik yang tidak aman menduduki angka lebih dari 51 % cara penularan HIV/AIDS.

PMS tidak menular melalui?
• Duduk bersebelahan dengan penderita PMS
• Penggunaan toilet bersama penderita
• Bekerja terlalu keras
• Menggunakan kolam renang umum, pemandian air panas atau sauna bersama
• Berjabatan tangan dengan penderita
• Bersin-bersin
• Keringat
• Hidup serumah dengan penderita AIDS ( asal tidak mengadakan hubungan seksual ).
• Bersenggolan dengan penderita
• Berciuman
• Berpelukan
• Menggunakan alat makan bersama
• Gigitan nyamuk & serangga lain
• Memakai pakaian secara bergantian
• Melalui jarum suntik di kursi bioskop
Untuk menularkan virus HIV maka darah yang terinfeksi harus benar-benar masuk kedalam pembuluh darah. Selain itu darah yang terinfeksi baru bisa menularkan virus apabila kondisinya segar karena virus HIV tidak dapat bertahan lama di luar tubuh manusia.

Dapatkah PMS disembuhkan?

Tidak semua PMS dapat disembuhkan. PMS yang disebabkan oleh virus, seperti HIV/AIDS, herpes kelamin dan Hepatitis B adalah contoh PMS yang tidak dapat disembuhkan. HIV/AIDS merupakan yang paling berbahaya. HIV/AIDS tidak dapat disembuhkan dan merusak sistem kekebalan tubuh manusia yang memiliki peranan paling penting dalam melawan penyakit. Banyak orang meninggal karena AIDS disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh mereka tidak dapat melawan infeksi.

Herpes kelamin memiliki gejala yang muncul-hilang dan bisa terasa sangat sakit jika penyakit tsb sedang aktif. Pada herpes, obat-obatan hanya bisa digunakan untuk mengobati gejala saja, tapi virus yang menyebabkan herpes tetap hidup di dalam tubuh selamanya.

Apakah setiap PMS memiliki gejala?

Tidak!

Terkadang, PMS tidak menunjukkan gejala sama sekali, sehingga kita tidak tahu kalau kita sudah terinfeksi. PMS dapat bersifat asymptomatic (tidak memiliki gejala) baik pada pria atau wanita. Beberapa PMS baru menunjukkan tanda-tanda dan gejala berminggu-minggu, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun setelah terinfeksi.

Pada wanita, PMS bahkan tidak dapat terdeteksi. Walaupun seseorang tidak menunjukkan gejala-gejala terinfeksi PMS, dan tidak mengetahui bahwa mereka terkena PMS, mereka tetap bisa menulari orang lain.

Orang yang terinfeksi HIV biasanya tidak menunjukkan gejala setelah bertahun-tahun terinfeksi. Tidak seorangpun dapat menentukan apakah betul atau tidak seseorang terinfeksi hanya berdasarkan penampilannya saja. Walaupun orang tsb mungkin terlihat sehat, mereka masih bisa menularkan HIV kepada orang lain. Kadang, orang yang sudah terinfeksi HIV tidak sadar bahwa mereka mengidap virus tsb, karena mereka merasa sehat dan bisa tetap aktif. Hanya tes laboratorium yang dapat menunjukkan seseorang telah terinfeksi HIV atau tidak.

Gejala awal yang menjadi pertanda PMS
• benjolan atau lecet di sekitar alat kelamin
• gatal atau sakit di sekitar alat kelamin
• bengkak atau merah di sekitar lat kelamin
• rasa sakit atau terbakar saat buang air kecil
• buang air kecil lebih sering dari biasanya
• demam, lemah, kulit menguning dan rasa nyeri sekujur tubuh
• kehilangan berat badan, diare dan keringat malam hari
• pada wanita keluar darah di luar masa menstruasi dll
• PMS kadang tidak memiliki gejala
• Keluar Cairan/keputihan yang tidak normal dari vagina atau penis. Pada wanita, terjadi peningkatan keputihan. Warnanya bisa menjadi lebih putih, kekuningan, kehijauan, atau kemerahmudaan. Keputihan bisa memiliki bau yang tidak sedap dan berlendir.
• Pada pria, rasa panas seperti terbakar atau sakit selama atau setelah kencing, biasanya disebabkan oleh PMS. Pada wanita, beberapa gejala dapat disebabkan oleh PMS tapi juga disebabkan oleh infeksi kandung kencing yang tidak ditularkan melalui hubungan seksual.
• Luka terbuka dan atau luka basah disekitar alat kelamin atau mulut. Luka tersebut dapat terasa sakit atau tidak.
• Tonjolan kecil-kecil (papules) disekitar alat kelamin
• Kemerahan di sekitar alat kelamin
• Pada pria, rasa sakit atau kemerahan terjadi pada kantung zakar
• Rasa sakit diperut bagian bawah yang muncul dan hilang, dan tidak berhubungan dengan menstruasi
• Bercak darah setelah hubungan seksual

Mitos Sekitar PMS/IMS

1. Orang yang mengidap IMS bisa terlibat dari penampilan luar
2. IMS bisa dicegah dengan minum alkohol atau membersihkan alat kelamin dengan alkohol
3. Minum obat (atau suntik) antibiotika seperti supertetra, dll. sebelum dan sesudah berhubungan seks dapat mencegah IMS
Minum obat sebelum berhubungan seks merupakan cara yang diyakini dapat mencegah infeksi menular seksual (IMS) baik oleh 21,2% WPS (Wanita Penjaja Seks) langsung, maupun 45,5% WPS tidak langsung dalam sebuah survey yang dilakukan di suatu kota di Jawa Barat yang dilakukan BPS dengan Departemen Kesehatan. Bahkan 11% responden pria dalam survey tersebut juga berpikir bahwa minum obat dapat melindungi mereka dari kemungkinan tertular IMS yang masuk di antaranya HIV AIDS. Keyakinan ini merupakan suatu yang sangat berbahaya. Antibiotik dan obat-obatan lainnya tidak dapat melindungi diri kita, terutama dari HIV. Meminum obar secara rutin, lanjutnya, dapat dengan mudah membuat obat tersebut menjadi kurang efektip ketika dibutuhkan, sebut saja untuk menyembuhkan infeksi penyakit menular seksual gonorrhea (GO).
4. IMS dapat dicegah dengan mencuci alat kelamin (dengan sabun, alkohol, air soda, betadine)
5. IMS bisa diobati dengan melakukan hubungan seks dengan perawan

Fakta
1. Banyak IMS termasuk HIV tidak tampak dari luar walaupun virusnya sudah ada dalam tubuh dan ditularkan kepada orang lain
2. Minuman alkohol dari segala merek tidak bisa mencegah atau membunuh virus IMS
3. IMS hanya bisa diobati dengan antibiotika yang khusus untuk Jenis tersebut. Penggunaan antibiotika tanpa aturan akan menyebabkan tubuh menjadi kebal terhadap antibiotika dan IMS semakin sulit disembuhkan
4. Tidak ada sabun atau disinfektan yang bisa mencegah IMS. Sebaliknya sering mencuci vagina dengan sabun dan disinfektan akan mengurangi kadar keasaman vagina. Selain itu alat kelamin justru bisa luka.
5. Orang Yang sudah terkena IMS tidak akan sembuh tanpa diobati tanpa antibiotika dan hanya akan menularkan penyakitnya pada pasangannya sekalipun ia perawan

Tips Pengobatan PMS
• Jangan melakukan pengobatan sendiri dan jangan sekali-kali minum obat tanpa konsultasi dengan dokter. Minum obat sesuai aturan dan sampai habis,
• Kembali kontrol bila diminta oleh dokter atau bila belum sembuh setelah pengobatan
• Kemukakan dengan terus terang apa yang terjadi kepada dokter karena itu mempermudah pengobatan
• Sebaiknya datang bersama pasangan untuk diperiksa bersama
• Hindari hubungan seks selama sakit
• Selalu gunakan kondom untuk cegah penularan

About these ads

Make a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

4 Responses to “Penyakit Menular Seksual”

RSS Feed for Somelus Comments RSS Feed

ngeri bacanya..;)

hati-hati ya…. ;)

makasih infonya.. :)
sangat bermanfaat…

Mantap,
Thnk infonya


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 4,086 other followers

%d bloggers like this: