Pemeriksaan Diagnostik Untuk Saluran Pencernaan

Posted on November 30, 2010. Filed under: Uncategorized |

Pemeriksaan yang dilakukan untuk sistem pencernaan terdiri dari:

  • Endoskop (tabung serat optik yang digunakan untuk melihat struktur dalam dan untuk memperoleh jaringan dari dalam tubuh)
  • Rontgen
  • Ultrasonografi (USG)
  • Perunut radioaktif
  • Pemeriksaan kimiawi.

Pemeriksaan-pemeriksaan tersebut bisa membantu dalam menegakkan diagnosis, menentukan lokasi kelainan dan kadang mengobati penyakit pada sistem pencernaan.
Pada beberapa pemeriksaan, sistem pencernaan harus dikosongkan terlebih dahulu; ada juga pemeriksaan yang dilakukan setelah 8-12 jam sebelumnya melakukan puasa; sedangkan pemeriksaan lainnya tidak memerlukan persiapan khusus.

Langkah pertama dalam mendiagnosis kelainan sistem pencernaan adalah riwayat medis dan pemeriksaan fisik, tetapi gejala dari kelainan pencernaan seringkali bersifat samar sehingga dokter mengalami kesulitan dalam menentukan kelainan secara pasti.

Kelainan psikis (misalnya kecemasan dan depresi) juga bisa mempengaruhi sistem pencernaan dan menimbulkan gejala-gejalanya.

Endoskopi

Endoskopi adalah pemeriksaan struktur dalam dengan menggunakan selang/tabung serat optik yang disebut endoskop. Endoskop yang dimasukkan melalui mulut bisa digunakan untuk memeriksa:

  • kerongkongan (esofagoskopi)
  • lambung (gastroskopi)
  • usus halus (endoskopi saluran pencernaan atas).

Jika dimasukkan melalui anus, maka endoskop bisa digunakan untuk memeriksa:

  • rektum dan usus besar bagian bawah (sigmoidoskopi)
  • keseluruhan usus besar (kolonoskopi).

Diameter endoskop berkisar dari sekitar 0,6 cm-1,25 cm dan panjangnya berkisar dari sekitar 30 cm-150 cm. Sistem video serat-optik memungkinkan endoskop menjadi fleksibel menjalankan fungsinya sebagai sumber cahaya dan sistem penglihatan. Banyak endoskop yang juga dilengkapi dengan sebuah penjepit kecil untuk mengangkat contoh jaringan dan sebuah alat elektronik untuk menghancurkan jaringan yang abnormal.

Dengan endoskop dokter dapat melihat lapisan dari sistem pencernaan, daerah yang mengalami iritasi, ulkus, peradangan dan pertumbuhan jaringan yang abnormal. Biasanya diambil contoh jaringan untuk keperluan pemeriksaan lainnya.

Endoskop juga bisa digunakan untuk pengobatan. Berbagai alat yang berbeda bisa dimasukkan melalui sebuah saluran kecil di dalam endoskop:

  • Elektrokauter bisa digunakan untuk menutup suatu pembuluh darah dan menghentikan perdarahan atau untuk mengangkat suatu pertumbuhan yang kecil Sebuah jarum bisa digunakan untuk menyuntikkan obat ke dalam varises kerongkongan dan menghentikan perdarahannya.
  • Sebelum endoskop dimasukkan melalui mulut, penderita biasanya dipuasakan terlebih dahulu selama beberapa jam. Makanan di dalam lambung bisa menghalangi pandangan dokter dan bisa dimuntahkan selama pemeriksaan dilakukan.
  • Sebelum endoskop dimasukkan ke dalam rektum dan kolon, penderita biasanya menelan obat pencahar dan enema untuk mengosongkan usus besar.

Komplikasi dari penggunaan endoskopi relatif jarang. Endoskopi dapat mencederai atau bahkan menembus saluran pencernaan, tetapi biasanya endoskopi hanya menyebabkan iritasi pada lapisan usus dan perdarahan ringan.

Laparoskopi

Laparoskopi adalah pemeriksaan rongga perut dengan menggunakan endoskop Laparoskopi biasanya dilakukan dalam keadaan penderita terbius total. Setelah kulit dibersihkan dengan antiseptik, dibuat sayatan kecil, biasanya di dekat pusar. Kemudian endoskop dimasukkan melalui sayatan tersebut ke dalam rongga perut. Dengan laparoskopi dokter dapat:

  • mencari tumor atau kelainan lainnya
  • mengamati organ-organ di dalam rongga perut
  • memperoleh contoh jaringan
  • melakukan pembedahan perbaikan.

Endoskopi saluran cerna atas/ esophagogastroduodenoskopi

Barret’s esophagus

Barret’s esophagus adalah metaplasia epitel squamous esofagus kepada bentuk epitel columnar.Keadaan ini diakibatkan refluk esofagitis dan mempunyai resiko untuk terjadinya adenocarcinoma esofagus.Esofagoskopi direkomendasikan pada pasien umur 50 tahun dengan simptom GERD yang persisten.

Patofisiologi Gambaran endoskopi
-GER menyebabkan isi lambung yang mempunyai pH asam merusak lapisan cell di esofagus bagian bawah. - projeksi seperti jari-jari menjulur ke atas dari   squamo- columnar junction atau dari area epitel columnar.- bercak-bercak(menunjukan gambaran  displasia) ;indocarmin disemprot untuk melihat gambaran displasia dan metaplasia.

Mallory Weiss Tear

Robekan mukosa di gastroesofageal junction dan berhubungan dengan cekukan dan muntah. Apabila robekan sampai merusak arteri submukosa perdarahan yang hebat akan terjadi.

Patofisiologi Gambaran endoskopi
-peminum alcohol yang berat menyebabkan      muntah yang berkepanjangan .Ini menimbulkan luka pada mukosa esophagus bagian distal .Perdarahan akan berlaku - perdarahan di gastroesofageal juntion

Varises esophagus

Patofisiologi Gambaran endoskopi
terjadinya pelebaran pembuluh darah vena pada dinding esophagus, oleh karena adanya bendungan vena porta yang menyebabkan aliran darah balik ke jantung terhambat, sehingga aliran darah balik melalui vena-vena coronaria meningkat, vena coronaria terletak dibawah selaput lendir esophagus dan cardia lambung, seiring dengan meningkatnya jumlah darah yang lewat, diameter pembuluh darah akan membesar sampai akhirnya mencapai lebar maksimum yang berakibat pecahnya pembuluh darah.Bendungan yang terjadi terutama disebabkan oleh kelainan pada hati yang disebut cirrhosis, tetapi dapat juga disebabkan kelainan diluar hati antara lain trombosis pada vena cava inferior dan pada vena portanya sendiri Menunjukkan gambaran pelebaran pembuluh darah pada submukosa dan subepitel esophagus.

Tumor esofagus

Esofagoskopi dilakukan untuk melihat morfologi tumor dan mengambil sediaan biopsi dan sitologi.Pemeriksaan kombinasi histopatologi dan sitologi sebagai penunjang diagnostik tumor esofagus. Tapi dengan teknologi endoskopi ultrasound kita dapat melihat infiltrasi dan keterlibatan KGB tumor.

Patofisiologi Gambaran endoskopi
Rokok,alkohol,Plummer Vinson Syndrom,post radiasi kanker payudara, Barret’s  oesophagus,obesitas -lesi berupa plak kecil berwarna putih dan abu-bentuk tumor bisa polipoid atau bunga kol

Ulkus peptikum

Simptom : sakit abdomen, perut gembung, mual, muntah, turun nafsu makan, turun berat badan, hematemesis, melena.

Pada pasien umur>45 thn & (+) simptom tersebut dianjurkan utuk melakukan endoskopi

Patofisiologi Gambaran endoskopi
-ketidakseimbangan antara mekanisme pertahanan mukosa gastrointestinal dengan kekuatan yang merusak : 

  • Mekanisme pertahanan : mukus,sekresi bikarbonat ke dalam mukosa,prostaglandin, pengosongan lambung yang terlambat
  • Kekuatan yang merusak : asam lambung dan pepsin, infeksi H.Pylori, NSAID,aspirin, alkohol

H.Pylori mengeluarkan enzim urease dan protease yang merusak mukosa yang merupakan predisposisi bagi radang.

- ulkus bentuk bulat/oval- pinggir ulkus tajam dengan batas tidak terlalu tinggi dari mukosa sekitar. Pinggir tidak irreguler 

- dasar ulkus yang licin

- ulkus dikelilingi lipat-lipatan berbentuk radial akibat parut disekitarnya

Tumor Gaster

Patofisiologi
Terdapat beberapa faktor yang memicu terjadinya perobahan dari gastritis kepada gastritis atropi, kepada metaplasia, kepada displasia dan akhirnya kanker.Beberapa diet dan factor lingkungan yang mempengaruhi perobahan ini.Antaranya:  

-Diet nitrat : bakteri dalam lambung memecahkan nitrit kepada komponen yang bersifat karsinogenik(mis N-nitroso)

-Hypochlorhydria: Kondisi ini mengakibatkan atropi gaster dan memicu kolonisasi bakteri.Ini meningkatkan pembentukan nitrit yang bersifat karsinogenik.

-Helicobacter pylori: Pasien  dengan gastritis yang disertai infeksi H.Pylori 3-6 kali lebih tinggi insiden terkene kanker gaster

Ulkus duodenum

Patofisiologi
Duodenum menghasilkan lendir dan zat-zat kimia yang merupakan pelindung mukosa duodenum dari paparan asam lambung secara langsung yang dapat merusak, Dengan rusaknya lapisan pelindung maka asam lambung dan enzyme-enzym pencernaan dapat menyebabkan inflamasi dan ulkus.Lapisan pelindung tersebut dapat rusak oleh karena beberapa hal seperti: infeksi Helycobacter pylori, obat-obatan antiinflamatory misalnya: aspirin dan ibuprofen, dan juga dapat disebabkan Zollinger Ellison syndrome, walaupun jarang. 

Pemeriksaan  endoskopi untuk saluran cerna bagian bawah

Kolonoskopi dan Sigmoidoskopi

Kolonoskopi digunakan untuk mendiagnos dan merawat masalah usus besar, ianya adalah sesuai untuk pendiagnosaan :

  • Polyp kolon
  • Kanker kolon
  • Penyakit radang usus (Ulcerative Colitis dan Crohn’s disease)
  • Wasir (Hemoroid)
  • Diverticulosis
  • Dll
Kelainan Patofisiologi
1. Polip KolonJenis pemeriksaan: 

à  Kolonoskopi, dan

à  Sigmoidoskopi

Kolonoskopi kelainan yang dilihat: 

  • Adanya penonjolan atau ulkus,
  • Kelainan warna,
  • Bentuk permukaan, dan
  • Gambaran pembuluh darahnya.

(Bila ditemukan kelainan yang merupakan penonjolan (polipoid) maka diperlukan pemeriksaan histologi.)

Penanganan polip adalah kolonoskopi dengan polipektomi.

Simtom dari polip:

  • perdarahan dari anus
  • konstipasi maupun diare
  • darah bercampur dengan tinja
2.Neoplasma Kolorektal
  • >95% kanker kolon berasal dari polip adematous yang tumbuh secara perlahan-lahan.
  • Deteksi dini adanya polip dan kanker usus besar akan mengurangi angka kematian.
  • Kolonoskopi masih merupakan baku emas bagi visualisasi, biopsi dan bila mungkin pembuangan neoplasma kolon.
  • Berbagai faktor risiko kanker ini adalah faktor genetis (keluarga dengan riwayat kanker usus, polip usus, adanya polip usus tanpa riwayat keluarga), lingkungan, konsumsi daging, lemak/kolesterol, alkohol yang berlebihan, perokok, penyakit radang usus dan obesitas.
  • Mikroskopis: berasal dari sel epitel colon atau krypt von lieberkuhn
  • Makroskopis 4 tipe yaitu: annular, tubular, ulcer, dan clowly flower.
3.Ulcerative Colitis
  • Proses inflamasi terjadi biasanya dimulai di rectum, lalu dapat meluas ke proksimal namun tak pernah melewati kolon.
  • Bila bagian rectum saja yang terkena atau meluas sampai sigmoid disebut proktitis atau proktosigmoiditis, sedangkan bila seluruh kolon terlibat disebut pankolitis.
  • Dilakukan kolonoskopi untuk melihat luasnya kerusakan serta menentukan diagnosis banding kolitis.
4.Crohn’s disease
  • Penyakit krohn merupakan salah satu penyakit usus inflamatorik, yang dapat menyerang seluruh nbagian saluran gastrointestinal, mulai dari mulut (stomatitis) sampai lesi pada anus.
  • Individu dengan mutsi gen NOD2 mudah mengalami perkembangan penykit krohn.
  • Dilakukan sigmoidoskopi atau kolonoskopi melihat obstruksi, gambaran khas lesi dengan ulkus dalam, striktur, dan lesi terputus, juga dapat melihat adanya fistula.
5. Hemoroid
  • Wasir (hemorrhoid) atau dikenal pula dengan sebutan ambeien adalah suatu pelebaran pembuluh darah balik (vena) pada anus/dubur, teraba seperti bola atau benjolan kecil yang dapat menimbulkan rasa nyeri, gatal, dan ketidaknyamanan.
  • Para ahli membagi hemorrhoid menjadi dua macam: hemoroid interna dan eksterna.
  • Diagnosis wasir yang membengkak dan terasa nyeri ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan di daerah anus dan rektum. Untuk keadaan yang lebih serius, misalnya tumor, bisa dibantu dengan pemeriksaan anoskopi dan sigmoidoskopi.
6. Perdarahan saluran cerna bagian bawah
  • Patofisiologi tergantung penyebab
  • Darah segar bercampur tinja: Lesi pada ileum atau colon
  • Darah diluar tinja: Lesi pada ampula rektum atau anus
  • Melena: Duplikasi ileum dan Divertikulum Meckel
  • Sigmoidoskopi dan kolonoskopi

Referensi

  1. http://badzhingan.wordpress.com/2007/02/09/pemeriksaan-diagnostik-untuk-saluran-pencernaan/
  2. http://www.hsc.com.my/cheras/BM/specialties_BM/endoscopy_BM.html
  3. http://digestive.niddk.nih.gov/ddiseases/pubs/colonpolyps_ez/
  4. http://www.suaramerdeka.com/harian/0407/05/ragam1.htm
  5. http://en.wikipedia.org/wiki/Ulcerative_colitis#Diagnosis_and_workup
  6. http://www.medicinenet.com/crohns_disease/article.htm
  7. http://www.gizi.net/cgi-bin/berita/fullnews.cgi?newsid1113795562,79179
  8. http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/0903/13/hikmah/lainnya03.htm
  9. http://www.pediatrik.com/isi03.php?page=html&hkategori=pdt&direktori=pdt&filepdf=0&pdf=&html=07110-peov235.htm
About these ads

Make a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 4,086 other followers

%d bloggers like this: