Gangguan Sexual dan Kesehatan Sexual

Ada banyak jenis masalah yang dapat mengganggu keberhasilan dan kenikmatan hubungan sexual. Masalah-masalah tersebut cukup umum dan dianggap tidak normal hanya bila berlangsung berkepanjangan. Bahkan ketika hal tersebut terjadi berkepanjangan, hal ini tidak berarti bahwa individu tersebut memiliki “masalah kejiwaan psikologis”. Masalah sexual tersebut dapat dan biasanya terjadi pada individu yang normal.

Gangguan sexual adalah merupakan gangguan dalam fase apapun dari suatu siklus reaksi sexual. Gangguan-gangguan sexual yang berbeda mungkin dapat memiliki penyebab-penyebab yang berbeda pula, baik secara fisik maupun psikis. Penyebab fisik yang paling umum dari gangguan sexual adalah penyalahgunaan alkohol atau narkoba, efek samping dari beberapa pengobatan, dan beberapa jenis penyakit. Hal ini penting untuk diketahui, sebab semua individu dengan masalah fungsi sexual akan ditangani pertama sekali oleh seorang dokter ahli sistem reproduksi dan sexual, seperti seorang gynekolog ataupun urolog (Diokno dan Hollander,1991). Disfungsi sexual diklasifikasikan berdasarkan fase reaksi sexual dimana hal itu terjadi, yaitu disfungsi keinginan berhubungan sexual, disfungsi gairah sexual, dan disfungsi orgasme.

Gangguan/ Disfungsi Keinginan berhubungan sexual

Diantara gangguan sexual yang paling umum terjadi adalah yang menyangkut dengan ketertarikan dalam berhubungan sexual (LoPiccolo dan Friedman,1988). Seseorang dikatakan memiliki gangguan keinginan berhubungan sexual hanya bila orang tersebut kehilangan hampir semua keinginan untuk berhubungan sexual dan merasa terganggu oleh keadaan itu.

Ada dua jenis gangguan keinginan berhubungan sexual :
1. Keinginan sex yang terhambat yang terjadi bila seseorang memiliki keinginan berhubungan sexual yang sangat tidak sering atau bahkan tidak sama sekali.
2. Keengganan melakukan hubungan sexual dan dikarakteristikan sebagai penghindaran terhadap hubungan sexual dengan orang lain. (American Psychiatric Association,1994)
Baik pria maupun wanita mungkin mengalami gangguan keinginan berhubungan sex. Ada banyak penyebab dari masalah tersebut, termasuk kecemasan yang berlebihan akan keintiman hubungan sexual atau telah mengalami trauma dalam berhubungan sexual. Dalam kasus yang lain seseorang mungkin tidak kehilangan keinginan berhubungan sex, tetapi mungkin kehilangan ketertarikan sex dengan pasangannya karena masalah-masalah dalam hubungan keduanya (Beck,1995;Kaplan,1983;LoPiccolo dan Friedman,1988).

Jika ada beberapa masalah dalam hubungan pasangan tersebut, terapi sexual cenderung difokuskan pada kecemasan yang dialami orang tersebut. Kecemasan mungkin menghalangi keinginan untuk kontak sexual dan menggangguketertarikan sexual. Hambatan sexual mungkin diakibatkan oleh pengalaman-pengalaman dan sifat-sifat yang tidak menguntungkan. Hal-hal ini diuji dalam suatu konteks terapi sex, dimana orang-orang tersebut mengevaluasi kecemasannya dan menggunakan strategi untuk mengurangi kecemasan tersebut. Terapi ini sering melibatkan kedua anggota pasangan untuk berbicara aspek-aspek spesifik dari interaksi sexual mereka (Rosen dan Leiblum,1995).

Gangguan/ Difungsi Gairah Sexual

Gangguan gairah sexual terjadi bila kehilangan hampir seluruh gairah sexual, termasuk ereksi penis pada pria dan lubrikasi (pelumasan) vagina pada wanita selama fase perangsangan. Seorang dikatakan memiliki gangguan gairah sexual hanya bila kegagalan untuk merespon terjadi terus menerus dan terjadi bahkan dengan adanya rangsangan sexual dengan level yang lebih kuat.

Wanita mungkin memiliki gangguan gairah sexual (yang dulu disebut frigiditas) yang dikarakteristikan akibat kekurangan lubrikasi vagina dan pengalaman sex yang bersifat subjektif yang minimal dari suatu fase perangsangan (American Psychiatric Association,1994).

Kebanyakan wanita mengalami kesulitan-kesulitan yang bersifat sementara ketika situasi memberi kemungkinan bagi gairah sex untuk timbul, maka kekurangan gairah sex harus terjadi secara terus menerus bahkan dalam situasi yang menguntungkan.

Gangguan pada wanita yang kurang umum terjadi adalah vaginismus dan dyspareunia. Vaginismus adalah kontraksi dinding vagina yang tidak beraturan sehingga menyebabkan vagina terlalu dangkal untuk penetrasi penis. Pada dyspariunia, wanita mengalami kesakitan sewaktu berhubungan sexual. Kondisi-komdisi ini sering terjadi secara bersamaan dengan gangguan orgasme dan kecemasan dalam berhubungan sexual.

Pada pria gangguan gairah sexual yang paling umum terjadi adalah gangguan ereksi (dulu sering disebut impoten) secara spesifik, walaupun ada rangsangan sexual yang adequat timbul gairah yang tidak cukup untuk membuat penis ereksi untuk melakukan penetrasi.

Ada banyak penyebab dari gangguan sexual, kebanyakan penyebabnya merupakan interaksi yang kompleks antara faktor fisik dan psikis (LoPiccolo,1985). Kecemasan, ketakutan, gangguan, kelelahan masalah-masalah dalam hubungan, depresi dan penyalahgunaan obat dapat menyebabkan gangguan gairah sexual. Terapi sex biasanya akan membicarakan hal-hal tersebut dalam suatu konseling. Bagaimanapun terapi sex yang spesifik dapat digunakan untuk mengurangi kecemasan dalam hubungan sexual. Misalnya, satu pasangan dapat diberitahukan bagaimana cara memberi perhatian maksimal pada pasangan mereka selama kontak sexual untuk meningkatkan kepuasan sexual (Masters dan Johnson,1970).

Gangguan/ Disfungsi Orgasme

Gangguan orgasme merupakan gangguan fase klimax/ puncak dari suatu siklus reaksi sexual. Jadi, meskipun seseorang memiliki keinginan dan gairah sexual yang cukup, siklus reaksi sexualnya tidak mencapai orgasme. Pada wanita, gangguan orgasme ini disebut sebagai orgasme yang terhambat pada wanita. Hal ini didefinisikan sebagai ketiadaan orgasme yang berlangsung secara terus menerus meskipun ada rangsangan dan gairah sex yang adequat (American Psychiatric Assotiation,1994). Orgasme yang terhambat memiliki banyak penyebab, termasuk kecemasan, kesulitan dalam berhubungan,rasa takut ditinggalkan, depresi dan ataupun pernah mengalami trauma dalam berhubungan sexual. Dengan kata lain, kegagalan mencapai orgasme umumnya disebabkan kurangnya perangsangan klitoris (Goldsmith,1988). Banyak teknik terapi sex yang dapat digunakan untuk mengurangi kecemasan serta rasa takut untuk menangani orgasme yang terhambat pada wanita.

Pada pria, gangguan orgasme yang paling sering terjadi adalah ejakulasi terjadi terlalu cepat setelah atau bahkan sebelum penetrasi. Bila masalah ini berlangsung lama dan menimbulkan kesusahan, maka dianggap sebagai suatu gangguan sexual yang disebut ejakulasi dini (American Psychiatric Assotiation,1994). Ada banyak penyebab ejakulasi dini, termasuk diantaranya karena tidak berpengalaman, rasa cemas, rasa takut, dan pengalaman-pengalaman yang tidak menguntungkan dalam sejarah sexual seseorang (Annon,1984).

Ada bermacam pengobatan untuk ejakulasi dini yang dapat memperpanjang periode waktu sebelum terjadinya ejakulasi. Salah satu metode disebut “teknik penekanan/ penjepitan”. Pada beberapa pria, ada yang memiliki gangguan orgasme yang dikenal sebagai ejakulasi yang terhambat. Pada kasus ini pria jarang mendapat orgasme meskipun ada rangsangan sex yang adequat, atau dapat mencapai orgasme hanya setelah perangsangan dalam waktu yang lama (American Psychiatric Assotiation,1994).

Semua gangguan sexual memiliki beberapa persamaan dalam hal yang umum.Pertama,karena gangguan sex melibatkan tindakan sexual,maka sering menjadi hal yang memalukan untuk mencari bantuan atau mendiskusikan masalah tersebut.Kedua,orang-orang dengan gangguan sexual mungkin menganggap diri mereka tidak normal secara kejiwaan/psikis.Pada akhirnya,karena masyarakat memberi batas-batas dalam diskusi permasalahan sexual,orang-orang dengan gangguan sexual sering percaya bahwa mereka benar-benar memiliki masalah sex dan tidak memiliki tempat untuk meminta bantuan.Hal ini tentu tidak benar,karena ada banyak tempat untuk berkonsultasi masalah sexual.

Seringkali tempat pertama untuk mencari bantuan untuk masalah sexual adalah pada seorang dokter medis yang dapat mengevaluasi orang tersebut untuk masalah-masalah fisik yang berkaitan dengan gangguan sexual.Seorang dokter juga dapat mengalihkan pasien-pasien dengan gangguan sexual kepada seorang psikolog yang ahli dalam terapi sex,jika diperlukan.Terapi sex yang digunakan harus memiliki sertifikat dariAmerican Assotition of Sex Educators,dari para konselor/ pembimbing dan ahli terapi atau organisasi profesional lainnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s