Tips Mempertahankan Serat Makanan

Untuk Sayuran……

Cara penyimpanan dan pengolahan sayuran yang tepat mempunyai peranan yang cukup besar dalam mempertahankan kandungan serat. Untuk keperluan itu, sayuran dapat disimpan di lemari es dengan memperhatikan pengaturan suhu yang relatif stabil, cara pengemasan, kebersihan, dan susunan bahan yang disimpan. Melalui cara tersebut, akan dapat menghambat kerusakan dan perubahan yang merugikan. Juga sebelum proses pengolahan, sayuran mengalami tahap penyiangan, pencucian, pengirisan lalu pemasakan. Apabila rangkaian proses ini ditangani dengan tepat, selain dapat mempertahankan kandungan serat juga akan meningkatkan daya cerna, cita rasa maupun penampilan sayuran agar tetap menarik.

Beberapa sayuran hanya mengandung sedikit serat. Untuk itu, perlu kiat khusus dalam mendapatkan serat makanam secara optimal.
 Jangan memasak sayuran terlalu matang, untuk menghindari hilangnya kandungan zat gizi maupun zat non-gizi yang terdapat di dalamnya.
 Gunakan minyak sayur untuk menggoreng atau memasak.
 Lebih baik bila memasak sayuran dengan cara mengukus atau menumis.
 Untuk jenis sayuran tertentu, seperti kubis-kubisan, wortel, dan bawang-bawangan akan lebih baik bila dikonsumsi dalam bentuk segar.
 Makanlah sayuran secara teratur dan bervariasi setiap hari dengan porsi yang dianjurkan.

Dan Buah-buahan…..
Buah-buahan juga sangat dianjurkan untuk dikonsumsi setiap hari. Selain dinikmati dalam bentuk segar, buah-buahan juga dapat diolah dalam bentuk jus atau dihidangkan bersama sayuran.

Buah sebaiknya dikonsumsi saat perut kosong dan jangan dikonsumsi bersama makanan lain. Mengapa demikian? Tujuannya adalah agar penyerapan zat-zat tersebut tidak terhambat oleh kehadiran makanan lain, juga untuk menghindari fermentasi di dalam kolon.

Bila terjadi fermentasi di dalam perut maka cairan lambung menjadi asam. Padahal seharusnya alat pencernaan kita sangat membutuhkan kondisi alkali. Untuk menetralisir kondisi asam lemak tersebut maka lambung mengeluarkan cairan melebihi normal. Keadaan ini tentu membuat kesehatan terganggu.

Konsumsi buah-buahan dalam jumlah banyak tentu sulit dilakukan. Bentuknya yang mengesankan porsi besar (bulky), kadang membuat orang enggan menyantapnya. Namun, dengan adanya food processor kendala tersebut sedikit banyak teratasi. Kini jus buah sangat popular, selain warnanya yang menggiurkan juga segar. Menurut pakar Juice Therapy, dr. RA Nainggolan, MA., makanan keras butuh beberapa jam untuk dicerna dan diserap ke dalam sel dan jaringan tubuh. Sedangkan sari buah (jus), hanya membutuhkan beberapa menit saja dalam pencernaan. Dianjurkan, tidak mengurangi kandungan serat yang terdapat dalam buah-buahan, misal saat membuat jus apel harus menyertakan kulitnya, karena sebagian besar serat terdapat di kulit.