FOLIC ACID

Nama Generik :

Folic Acid (Asam Folat)

Nama Dagang :

Acifolic, Apo-Folic, Cytofol, Dosfolat B activ, Folacid, Folacin, Folbal, Folcidin, Foldine, Folettes, Foliamin, Folicet, Folipac, Folsan, Folsaure, Folsav, Folvite, Folvron, Incafolic.

Nama Kimia :

Pteroylglutamic Acid (Asam pteroilmonoglutamat, PmGA)

Synonim :

Folate, PGA, Pteroyl-L-glutamic acid, Pteroyl-L-monoglutamic acid, Pteroylglutamic acid, Pteroylmonoglutamic acid, Vitamin M, Vitamin Be, Vitamin Bc, Vitamin B9.

Nama IUPAC :

N-[ρ-[[(2-amino-4-hydroxy-6-pteridinyl) methyl]-amino]benzoyl]-L-glutamic acid

Molekular weight :

441,3975 g/mol. Berupa bubuk kristal berwarna kuning-oranye.

Titik lebur :

250 °C (523 K)

Kelarutan dalam air :

8.5 g/100 ml (20 °C)

Kapan Folic Acid boleh digunakan (indikasi)?

Indikasi Utama :

Anemia megaloblastik yang diakibatkan defisiensi folic acid.

Sign/ Symptom :

Pasien dengan defisiensi folic acid memiliki symptom warna kulit dan membran mukosa yang menjadi lebih gelap terutama di daerah permukaan dorsal dari jari tangan, jari kaki, lipatan-lipatan telapak tangan dan telapak kaki. Biasanya hiperpigmentasi tersebut akan menghilang beberapa minggu atau bulan setelah pemberian folic acid.

Indikasi Lain-lain :

Kehamilan, menyusui, bayi dan anak-anak. Folic acid injeksi biasanya biasanya digunakan pada pasien dengan anemia yang berat dan adanya gangguan penyerapan folic acid pada saluran pencernaan serta sebagai anti dotum pada intosikasi antifolat (anti kanker).

Kapan Folic Acid tidak boleh digunakan (kontraindikasi)?

Kontraindikasi Utama :

Pengobatan Anemia Pernisiosa dan Anemia megaloblastik lainnya yang diakibatkan defisiensi vitamin B 12 .

Sign/Symptom :

Gejala anemi megaloblastik dengan gangguan neurologis akibat defisiensi vitamin B12.

Kontraindikasi Lain-lain :

Hipersensitifitas terhadap folic acid.

Bagaimana Folic Acid bekerja (Mekanisme Kerja)?

Mekanisme Kerja Utama :

Senyawa biokimia folic acid yang bersifat inaktif dikonversi oleh enzim dihydrofolate reductase menjadi tetrahydrofolic acid dan methyltetrahydrofolate. Senyawa ini ditransport ke dalam sel melalui reseptor dengan cara endositosis. Hasil reduksi folic acid dibutuhkan untuk mempertahankan fungsi normal eritropoesis, yaitu berperan dalam reaksi-reaksi biokimia esensial yang menyediakan prekursor-prekursor untuk sintesis asam amino, purine dan DNA.

Dalam proses sintesis suatu DNA dibutuhkan senyawa dTMP dimana dalam reaksi pembentukannya enzim thymidylate sintase mengkatalisasi transfer satu unit karbon dari N5-N10methyltetrahydrofolate menjadi deoxyuridine monophosphate (dUMP) untuk membentuk dTMP. Setiap 1 mole dTMP yang dihasilkan, diperlukan 1 mole tetrahydrofolate. Dan dalam proses proliferasi jaringan yang, sintesis DNA akan menbutuhkan sejumlah besar tetrahydrofolat. Terjadilah regenerasi tetrahydrofolate melalui reduksi dihydrofolate yang dikatalisis enzim dihydrofolat reductase. Tetrahydrofolat yang diproduksi tersebut akan mengubah kofaktor N5-N10methyltetrahydrofolate melalui kerja serine transhydroxymethylase sehingga memungkinkan untuk melanjutkan proses sintesi dTMP. Siklus ini sering disebut sebagai siklus sintesis dTMP.

Mekanisme Kerja Lain-lain :

Senyawa N5-methyltetrahydrofolate diperlukan untuk mengkonversi homosistein menjadi metionin. Gagalnya sintesis N5-methyltetrahydrofolate berakibat pada peningkatan konsentrasi serum homosistein. Dari data sumber terdapat korelasi positif antara homosistein serum yang meningat dengan penyakit-penyakit vaskular oklusif seperti jantung iskemik dan stroke. Oleh karena itu suplementasi folic acid bermanfaat untuk memperbaiki satus folat dan mengurangi prevalensi hiperhomosisteinemia.

Apa efek terapi yang diinginkan dari Folic Acid?

Efek Terapi Utama :

  • Memperbaiki status folat pada pasien dengan defisensi folic acid.
  • Mencegah dan mengobati anemia megaloblastik akibat defisiensi folic acid karena berperan untuk pembentukan DNA dalam proses eritropoesis.

Efek Terapi Lain-lain :

  • Menjaga kesehatan jantung dan mencegah aterosklerosis (pengerasan dinding pembuluh darah yang disebabkan oleh endapan lemak, kalsium, protein dan platelet) karena folic acid membantu mengatasi keadaan hiperhomosisteinemia yang menjadi faktor resiko penyakit vaskular oklusi.
  • Sebagai koenzim pada sintesa RNA dan DNA sehingga sangat penting dalam reproduksi dan pertumbuhan sel.
  • Pada wanita hamil dapat mencegah keguguran dan anak lahir cacat (neural tube defect yaitu kelainan pada pembentukan otak dan sumsum tulang belakang).
  • Menjaga kesehatan pencernaan.

Apa efek samping yang tidak diinginkan dari Folic Acid?

Efek Samping Utama :

Reaksi hipersensitifitas (Anaphylaxis, erythema, skin rash, itching, generalized malaise, rasa berat di dada, swelling pada mulut wajah, bibir dan lidah, kesulitan bernafas akibat bronchospasm).

Efek Samping Lain-lain :

Rasa sakit, merah dan bengkak pada tempat suntikan, nausea, nafsu makan menurun, abdominal distention, flatulence, biter/bad taste, insomnia, kesulitan berkonsentrasi.

Apa efek toksik (toxixity) dari Folic Acid?

Efek Toksik Utama :

Pada dosis lebih dari 100 kali dosis harian yang dianjurkan, folic acid dapat meningkatkan frekwensi kejang pada penderita epilepsi dan memperburuk kerusakan saraf pada orang-orang yang menderita kekurangan vitamin B12.

Efek Toksik Lain-lain :

Dengan dosis per oral 15 mg/hari dapat terjadi tanda-tanda anorexia, nausea, abdominal distention, flatulence, biter/bad taste, altered sleep patterns, kesulitan berkonsentrasi, irritability, over activity, excitement, mental depression, confusion, impaired judgment.

Bagaimana nasib Folic Acid di dalam tubuh (farmakokinetik)?

Absorbsi :

Pada pemberian oral, absorbsi folic acid baik sekali, terutama di bagian 1/3 proksimal usus halus (jejunum proksimal). Dengan dosis oral yang kecil, absorpsi memerlukan energi (transpor aktif), sedangkan pada kadar tinggi absorbsi dapat berlangsung secara difusi (transpor pasif). Folic acid muncul di plasma darah 15-30 menit setelah pemberian per oral dan T max tercapai setelah 1 jam.

Ikatan Protein :

2/3 dari folic acid yang terdapat dalam plasma darah terikat pada protein yang tidak difiltrasi ginjal.

Distribusi :

Distribusinya merata ke semua sel dan terjadi penumpukan dalam cairan serebrospinal. Folic acid disimpan oleh tubuh terutama di hepar. Normal total folic acid di serum adalah 5-15 ng/mL, di cairan serebrospinal adalah 16- 21 ng/mL, dan di eritrosit adalah 175 to 316 ng/mL.

Metabolisme :

Folic acid dimetabolisme di hepar oleh enzim Catechol O-methyltransferase (COMT) dan Methylenetetrahydrofolate reductase menjadi 7,8-dihydrofolic acid dan 5,6,7,8-tetrahydrofolic acid.

Ekskresi :

Lebih dari 90% folic acid diekskresikan di urine dalam bentuk metabolit dan sejumlah kecil diekskresikan di feces. Sebagian besar metabolit muncul di urine setelah 6 jam dan ekskresi lengkap dalam 24 jam. Folic Acid juga dieksresikan melalui air susu ibu.

Bagaimana bentuk interaksi Folic Acid dengan obat lain (interaksi)?

Farmakokinetik :

  • Sulfasazaline dapat menurunkan absorpsi folic acid.
  • Folic Acid dapat menurunkan efektifitas hydnatoin (ethotoin, fosphenytoin, mephenytoin, pkenytoin) dengan menurunkan konsentrasi serumnya.

Farmakodinamik :

  • Folic acid menurunkan efek dari anticonvulsant golongan barbiturat (phenorbarbital, amobarbital, aprobarbital, butabarbital, butalbital dan sebagainya).
  • Folic acid menurunkan efek obat anti kanker methotrexate yang bekerja menghambat dihydrofolat reductase.
  • Folic acid menurunkan efek obat anti kanker 5-fluorouracil yang bekerja menghambat thymidylate sintase.
  • Folic acid menurunkan efek dari nitrofurantoin, primidone dan pyrimethamine.

Bagaimana bentuk sediaan dan posologi Folic Acid?

  • Bentuk Sediaan : Tablet, Injeksi
  • Posologi : Tablet 0.4 mg, Tablet 0.8 mg, Tablet 1 mg, Injeksi 5 mg/mL

Bagaimana cara pemberian Folic Acid?

Per oral, Intravena, Intra muskular, Sub kutan

Berapa dosis Folic acid?

Therapeutic Dose

Dewasa dan anak-anak:

PO/IV/IM/Subcutaneous sebesar 1 mg/hari. Pada kasus resisten mungkin dibutuhkan dosis yang lebih besar. Kecuali pada ibu hamil dan menyusui, jangan berikan dosis terapi lebih dari 0,4 mg/hari hingga kemungkinan anemia pernisiosa telah disingkirkan. Dosis mungkin perlu ditingkatkan pada alcoholism, hemolytic anemia, anticonvulsant therapy atau chronic infection.

Maintenance Dose

  • Dewasa dan anak-anak usia 4 tahun atau lebih : PO/IV/IM/Subcutaneous 0,4 mg/hari.
  • Kehamilan dan menyusui : 0,8 mg/hari
  • Anak-anak dibawah 4 tahun : PO/IV/IM/Subcutaneous 0,3 mg/hari.
  • Bayi : PO/IV/IM/Subcutaneous 0,1 mg/hari.

Kapan dinyatakan penggunaan Folic Acid berhasil atau gagal?

Berhasil :

Kadar hemoglobin mulai meningkat pada minggu pertama, dan anemia secara menyeluruh dapat disembuhkan dalam waktu 1-2 bulan.

Gagal :

Kadar hemoglobin tidak meningkat dan anemia tetap berlanjut.

Nasehat apa yang harus disampaikan kepada penderita dan keluarga penderita?

  • Jangan mengkonsumsi tablet folic acid kecuali ada saran dari dokter.
  • Berhati-hatilah dan cermat mengikuti instruksi, peringatan dan dosis yang dianjurkan.
  • Jangan merubah atau berhenti mengkonsumsi dosis yang dianjurkan tanpa saran dari dokter.
  • Jangan gunakan obat injeksi apabila mengandung partikel-partikel, berubah warna atau ampulnya rusak.
  • Jangan gunakan jarum dan spuit secara berulang-berulang.
  • Beritahukan kepada dokter apabila anda mengkonsumsi beberapa multivitamin dan terdapat pula folic acid di dalamnya.
  • Sumber alami dari folic acid yang terdapat dalam bahan makanan yaitu ragi, hati, ginjal, dan sayur-mayur berwarna hijau.
  • Ikuti saran dan anjuran dokter untuk test laboratorium kerena dengan test tersebut dapat dimonitor perkembangan pengobatan dan dapat diketahui apabila ada efek samping yang terjadi.
  • Apabila anda hamil atau menyusui, diskusikan dengan dokter, keuntungan dan resiko mengkonsumsi folic acid selama kehamilan. Folic acid juga diekskresikan melalui air susu ibu, apa keuntungannya dan apa resikonya bagi bayi anda.
  • Simpan Folic Acid pada temperatur ruangan antara 68-77° F (20-25°C). Hindarkan dari panas, kelembaban dan cahaya. Jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Anjuran apa yang dapat disampaikan kepada perawat?

  • Folic acid injeksi biasanya digunakan pada keadaan anemia megaloblastik yang berat atau apabila absorbsi melalui saluran pencernaannya terganggu.
  • Folic acid injeksi hanya diadministrasikan melalui subcutaneous, IM dan IV. Tidak untuk administrasi secara intradermal atau intra-arterial. Dan jangan diberikan apabila mengandung partikel, berawan atau berubah warna. Simpan Folic Acid pada temperatur ruangan antara 68-77° F (20-25°C). Hindarkan dari panas, kelembaban dan cahaya.

Kenapa kita berikan Folic Acid?

Folic acid diberikan karena memiliki beberapa efek terapi yang sangat bermanfaat terutama untuk mencegah dan mengobati anemia megaloblastik akibat defisiensi folic acid karena folic acid berperan untuk pembentukan DNA dalam proses eritropoesis.

Selain itu folic acid berkhasiat untuk:

  • Menjaga kesehatan jantung dan mencegah aterosklerosis (pengerasan dinding pembuluh darah yang disebabkan oleh endapan lemak, kalsium, protein dan platelet) karena folic acid membantu mengatasi keadaan hiperhomosisteinemia yang menjadi faktor resiko penyakit vaskular oklusi.
  • Sebagai koenzim pada sintesa RNA dan DNA sehingga sangat penting dalam reproduksi dan pertumbuhan sel.
  • Pada wanita hamil dapat mencegah keguguran dan anak lahir cacat (neural tube defect yaitu kelainan pada pembentukan otak dan sumsum tulang belakang).
  • Menjaga kesehatan pencernaan.
  • Folic acid dapat merangsang produksi leukosit yang dipakai sebagai obat likopeni agrositosis.
  • Mencegah anemia yang disebabkan oleh kehamilan, diet, penyakit hati, dan keadaan- keadaan yang lainnya.

Apakah harus diukur kadar Folic Acid sebelum pemberian preparat Folic Acid? Apa alasannya?

Ya, karena dalam pemberian preparat folic acid untuk kasus anemia megaloblastik perlu disingkirkan kemungkinan anemia pernisiosa (anemia makrositik akibat kekurangan vitamin B12. Pemberian preparat folic acid pada anemia pernisiosa dapat memperburuk kerusakan saraf yang terjadi. Selain itu dapat diperkirakan kebutuhan pasien akan folic acid sehingga dosis yang diberikan sesuai.

Nilai normal total folic acid di serum adalah 5-15 ng/mL, di cairan serebrospinal adalah 16- 21 ng/mL, dan di eritrosit adalah 175 to 316 ng/mL.

Secara umum, apabila jumlah folic acid diserum dibawah 5 ng/mL menunjukkan adanya defisiensi folic acid, dan apabila jumlahnya dibawah 2 ng/mL biasanya menunjukkan adanya anemia megaloblastik.

Sementara kita bertugas di Puskesmas, apa yang harus dilakukan?

Apabila kondisi klinisnya menunjukkan suatu anemia makrositik, kita dapat memberikan dosis folic acid dengan tujuan diagnostik yaitu 0,1 mg per oral selama 10 hari yang hanya memberikan respon hematologik pada penderita defisiensi asam folat. Hal ini membedakannya dengan defisiensi vitamin B12 yang baru memberikan respon dengan dosis 0,2 mg per hari atau lebih. Setelah itu baru kita berikan dosis terapinya.

Gejala Klinis Kekurangan Asam Folat

  • Tanda dan gejala utama: lesu, lemas, susah bernapas, oedem, nafsu makan menurun, depresi, dan mual.
  • Kadang-kadang pucat, glositis, dan diare.
  • Pada kasus yang berat dijumpai seperti kasus malnutrisi.
  • Jika di lakukan pemeriksaan laboratorium, maka kita dapat menjumpai gejala- gejala sebagai berikut:
  • Gejala pernisiosa anemia murni (kekurangan vitamin B12), jarang terjadi.
  • Pada yang berat, Hb rendah: 4-6 gm/100 ml.
  • Eritrosit: 2 juta/mm3, bisa terjadi leukopeni/trombositopeni.
  • Leukosit perifer dominant bentuk segmen.
  • Pemeriksaan figlu test positif, terutama pada ibu hamil.
  • Sumsum tulang hiperplastik/megaloplastik(aspirasi sumsum tulang krista iliaka) pada ibu hamil.
  • Hitung jenis bergeser ke kanan, sel darah merah dalam bentuk makrositosis dan poikilositosis.

Mana yang lebih menguntungkan menggunakan sediaan Folic Acid dosis besar atau kecil dan apa alasannya?

Dosis sehari- hari yang biasa di gunakan adalah 400 mikrogram. Dosis ini berdasarkan RDA(Recommend dietary allowances). Apabila di berikan dengan dosis satu milligram atau lebih, itu akan memerlukan resep obat. Folic acid sangat bagus diberikan dengan dosis 400 mikrogram(dosis kecil) karna biasanya folic acid akan di kombinasikan dengan multivitamin yang lain juga karna folic acid terdapat di dalam makanan seperti bayam, sawi hijau, sayur- sayuran hijau, hati, ginjal, buah alpokat, kacang- kacangan, dan lain- lain.

Folic acid yang dikonsumsi dengan perut kosong setara dengan folic acid yang kita konsumsi dari makanan. Contoh: folic acid 400 mikrogram di konsumsi dalam keadaan perut kosong setara dengan folic acid 470 mikrogram yang terdapat dalam makanan setara juga dengan 800 mikrogram dari makanan yang mengandung folat.

VITAMIN

FARMAKOKINETIK

ABSORBSI

DISTRIBUSI

METABOLISME

EKSKRESI

FOLIC ACID

Absorbsi folic acid baik sekali,terutama di bagian 1/3 proksimal usus halus (jejunum proksimal)

Merata ke semua sel dan terjadi penumpukan dalam cairan serebrospinal

Di hepar oleh

enzim Catechol O-methyltransferase (COMT) dan Methylenetetrahydrofolate reductase menjadi 7,8-dihydrofolic acid dan 5,6,7,8-tetrahydrofolic acid.

Lebih dari 90% folic acid diekskresikan di urine dalam bentuk metabolit dan sejumlah kecil diekskresikan di feces

SIANOKOBALAMIN(B12)

Absorbsi per oral berlangsung lambat di ileum

Ke berbagai sel tubuh dan terikat pada suatu glikoprotein plasma,trans- kobalamin

Hepar

Urine dan feses

BESI (Fe)

Absorbsi Fe melalaui saluran cerna terutama berlangsung di duodenum

Ke berbagai jaringan, terutama ke sumsum tulang

Hepar

Keringat, urine, feses, serta kuku dan rambut yang di potong

Berapa lama pemberian preparat Folic Acid dan apa alasannya?

Untuk defisiensi folic acid cukup dengan pemberian folic acid 5mg/hari selama 4 bulan. Sedangkan untuk penderita yang mengalami gangguan penyerapan folic acid, harus mengkonsumsi tablet folic acid sepanjang hidupnya.

Folic acid di konsumsi wanita sampai usia kehamilan 12 minggu. Karna akan membantu perkembangan system syaraf dan untuk mencegah kelainan kongenital.

Apa tanda-tanda keracunan Folic Acid?

Sebenarnya kemungkinan folic acid untuk menimbulkan keracunan sangat kecil karena merupakan vitamin yang larut dalam air sehingga cepat diekskresikan melalui urin. Folic acid bisa menyebabkan keracunan pada keadaan tertentu. Pada dosis lebih dari 100 kali dosis harian yang dianjurkan, folic acid dapat meningkatkan frekwensi kejang pada penderita epilepsi dan memperburuk kerusakan saraf pada orang-orang yang menderita kekurangan vitamin B12. Dengan dosis per oral 15 mg/hari dapat terjadi tanda-tanda anorexia, nausea, abdominal distention, flatulence, biter/bad taste, altered sleep patterns, kesulitan berkonsentrasi, irritability, over activity, excitement, mental depression, confusion, impaired judgment.

Pada tahun 2007 University Tufts mengadakan penelitian pada 10000 pasien yang mengkonsumsi folic acid. Folic acid yang di gunakan dalam jumlah yang besar akan mengganggu peneyerapan atau absorbs dari vitamin B12 sehingga akan menyebabkan defisiensi vitamin B12.

Sedangkan pada tikus, dosis yang tinggi dapat menyebabkan pengendapan kristal asam folat dalam tubuli ginjal.

Kesimpulan

  • Indikasi : Anemia megaloblastik yang diakibatkan defisiensi folic acid, kehamilan, menyusui, bayi dan anak-anak.
  • Efek:memperbaiki status folat pada pasien dengan defisensi folic acid, mencegah dan mengobati anemia megaloblastik akibat defisiensi folic acid, menjaga kesehatan jantung dan mencegah aterosklerosis, sebagai koenzim pada sintesa RNA dan DNA sehingga sangat penting dalam reproduksi dan pertumbuhan sel, pada wanita hamil dapat mencegah keguguran dan anak lahir cacat (neural tube defect yaitu kelainan pada pembentukan otak dan sumsum tulang belakang), menjaga kesehatan pencernaan.
  • Folic acid di berikan dalam dosis yang kecil.
  • Untuk defisiensi folic acid cukup dengan pemberian folic acid 5mg/hari selama 4 bulan.

One thought on “FOLIC ACID

  1. I truly enjoy looking at on this web site , it contains superb blog posts. Heavierthanair flying machines are impossible. by Lord Kelvin. cefagdbagfga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s