Gangguan Sexual II

Perilaku seksual beraneka macam, ditentukan :

interaksi kompleks dari berbagai faktor

bagaimana hubungan dengan orang lain

lingkungan kehidupan dan budaya

Seksualitas seseorang ditentukan

faktor kepribadian

pembentukan biologik

pemahaman mengenai diri

pengalaman sehubungan dengan seks

Pada PPDGJ -III, disfungsi seksual masuk dalam sindrom perilaku yg berhubungan dengan ggn fisiologis & faktor fisik. Sedangkan ggn identitas jenis kelamin dan ggn preferensi seksual masuk dlm ggn kepribadian & perilaku masa dewasa, dan ggn maturitas seksual masuk dlm ggn psikologis dan perilaku berhubungan dgn perkembangan dan orientasi seksual

Seksualitas abnormal :

perilaku seksual bersifat destruktif terhadap diri atau orang lain

tidak dapat ditujukan terhadap pasangan

meniadakan stimulasi terhadap organ seks primer

tidak sesuai, menimbulkan rasa bersalah dan anxietas

perilaku seksual yang kompulsif

Klasifikasi Gangguan Seksual (DSM-IV)

1. disfungsi seksual

2. parafilia

3. gangguan identitas jenis kelamin

4. gangguan seksual tidak khas

Pada ICD X & PPDGJ III, ggn seksual tersebar dalam :

1. sindrom perilaku berhubungan dgn ggn fisiologik & faktor fisik—-disfungsi seksual

2. ggn preferensi seksual—-parafilia

3.ggn psikologis dan perilaku berhubungan dgn perkembangan & orientasi seksual —– ggn maturitas seksual

I. DISFUNGSI SEKSUAL

1. Gangguan nafsu seksual (= sexual desire disorders)

a. ggn seksual hipoaktif

b. ggn tdk menikmati seksual

2.Gangguan membangkitkan seksual (= sexual arousal disorders)

a. ggn membangkitkan seksual wanita

b. ggn membangkitkan seksual pria

3. Gangguan orgasmik

a. gangguan orgasmik wanita

b. gangguan orgasmik pria

c. ejakulasi prematur

4. Gangguan nyeri seksual

a. dyspareunia

b. vaginismus

Disfungsi seksual dibedakan atas:

1a. life long type

b. acquired type

2 a. generalized type

b. situational type

Disfungsi seksual dapat dibedakan atas penyebabnya :

a. non organik

b. kondisi medik umum

c. disebabkan pengaruh zat

II. PARAFILIA

Diperlukan khayalan atau perbuatan tidak lazim atau aneh untuk mendapat gairah seksual

cenderung berulang, involunter, mendesak dan meliputi :

1. lebih menyukai penggunaan benda/ bukan oranguntuk menimbulkan gairah seksual

2. aktifitas seksual dengan manusia berulang-ulang dgn penderitaan atau penghinaan; baik berupa simulasi atau sunguh-sungguh

3. aktifitas berulang-ulang dgn pasangan yg tdk menghendaki atau tdk menginginkannya

a. dalam jangka waktu minimal 6 bulan, adanya fantasi membangkitkan gairah seksual & berulang ; atau perilaku seksual tersebut

b. fantasi, dorongan seksual & perilaku seksual tsb menyebabkan penderitan yg nyata secara klinik; atau mengganggu dlm fungsi sosial, pekerjaan atau fungsi area penting lainnya

PARAFILIA *

1. Ekshibisionisme

Ditandai oleh pencapaian kenikmatan seksual dg cara mempertontonkan alat genital diantara sekelompok orang atau pada kelompok orang yang lebih besar. Secara mayoritas tdd orang2 yg berlawanan jenis. Kadang2 demonstrasi alat kelamin tsb disertai oleh aktivitas masturbasi.

2. Fetishisme
Untuk pemuas nafsunya bergantung kepada benda2 tertentu milik lawan jenisnya. Misal: stocking, celana dalam.
3. Frotteurisme
Memperoleh fantasi ataupun kepuasan seksualnya dg meraba ataupun memegang bagian2 tubuh korban spt pantat, dada, paha. Umumnya korban adalah wanita dan sering terjadi ditempat2 umum dan sesak.

4. Pedofilia
Ketertarikan secara seksual thd anak2 dan lebuh menyenangi hub seks dg anak2 dibandingkan dg org dewasa. Pelaku pedofilia umumnya laki-laki dan melakukan kegiatan seksual anak yg berlawanan jenis, yg sejenis dan kedua jenis kelamin. Pelaku setidaknya berumur 16 th dan setidaknya 5 th lebih tua dari korban.

5. Masokisme seksual
Memperoleh kepuasan seksual apabila dia di siksa oleh partner seks nya.
6. Sadisme seksual
Memperoleh kepuasan seksual dg menyiksa dan menghina pasangannya, dapat dilakukan dg tangan, mengikat dg tali bahkan bisa lebih parah shg mengancam jiwa korban. Kadang2 dlm diri sesorg dpt tjd seksual sadisme & seksual masokisme. Ini disebut dg Sadomasokisme.

7.Transvetisme Fetishistik
Memperoleh kepuasan saat memakai pakaian lawan jenisnya. Misal: laki2 terangsang birahinya bila memakai pakaian wanita. Biasanya mengenakan pakaian itu scr lengkap
8. Voyeurisme
Perilaku mengintip sbg cara utk memperoleh kepuasan seksual. Objek yg diintip adlh wanita yg berada di kamar mandi atau mengintip pasangan yg sdg melakukan hub seksual.

9. Zoofilia = bestialitas
Memperoleh kepuasan dg melakukan hub seksual atau kegiatan seksual dg hewan

III. Gangguan Identitas Jenis Kelamin

A. Identitas jenis kelamin lawan kuat dan menetap

B. Merasa tak nyaman secara menetap dgn jenis kelaminnya atau perasaan tdk sesuai dlm peranan jenis kelamin yg dimilikinya

C. Gangguan ini tak berlangsung / tak terjadi bersamaan dgn kondisi interseks yg fisikal (physical intersex condition)

D. Gangguan ini menyebabkan penderitaan yg nyata secara klinik atau mengganggu fungsi sosial, pekerjaan atau fungsi area penting lainnya.

* Catatan : Dalam klasifikasi lama parafilia adalah deviasi seksual

Tergolong gangguan identitas jenis kelamin :

1. Transeksualisme

2. Transvestisme peran ganda

Gradasi seksualitas manusia menurut Kinsey.

Kinsey membagi atas 7 gradasi, mulai dari nol sampai dengan enam.

Untuk mendapat gradasi dipakai 3 pegangan:

1. Perilaku seksual

2. Fantasi homoseksual

3. Ikatan emosional

Pada ICD-X & PPDGJ -III orientasi seksual jangan dianggap sebagai suatu gangguan.

Orientasi seksual :

heteroseksualitas

homoseksualitas

biseksualitas

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s