Tanda Bayi Sakit

Bayi sakit memang membingungkan. Apa dan bagaimana gejalanya? Kapan persisnya ia harus segera dibawa ke rumah sakit? Tak jarang orang tua dibuat panik dengan kondisi anak yang tiba-tiba memburuk. Apalagi, jika orang tua sibuk bekerja, tak sempat terlalu detail mencermati gejala penyakit anak. Padahal, yang paling penting dimiliki suami-istri yang mempunyai bayi usia 0-12 bulan adalah perhatian. Yang dimaksud perhatian di sini bukan semata punya banyak waktu cukup untuk bersama-sama bayinya. Melainkan, bagaimana usaha untuk merawat sendiri bayinya sehingga bila ada gejala sakit, bisa segera terdeteksi. Tak mungkin bayi jatuh sakit secara tiba-tiba. Biasanya, sebelum sakit, ada tanda-tanda pendahuluannya. Umumnya gejala-gejala tersebut sudah terlihat 2-3 hari sebelumnya.

Salah satu tanda yang sering terlihat adalah aktivitas bayi menurun. Ia akan tampak lebih banyak tidur atau terlihat lesu. Cara menangis bayipun beda dari biasanya. Tangisannya jadi lemah. Umumnya, tangisan kuat adalah pertanda ia sehat. Saat lapar dan ingin minum susu, misalnya.Tapi kalau tangisannya lemah seperti mengerang, itu pertanda dia sakit.

Nafsu makan bayi yang menurun dibandingkan biasanya juga dapat dijadikan indikasi ia akan sakit. Bila biasanya bisa menghabiskan 150 cc atau 1 botol, kini tak habis atau malah tak mau minum. Jika masih mendapat ASI, akan terlihat, sedotannya lebih lemah dari biasanya.

Selain itu, perubahan pola kesadaran bayi juga bisa dijadikan pertanda. Bayi sehat,reaksi matanya sangat aktif, melihat ke kiri dan kanan. Kalau sakit,sorot matanya terlihat lemah. Begitu pula suhu tubuhnya yang tak stabil. Kadang tinggi atau justru lebih rendah dari suhu normal.

Jika suhu tubuh meningkat, Langkah awal terpenting adalah mencermati ada tidaknya dehidrasi. Sebab, bayi dehidrasi biasanya suhu tubuhnya meninggi. Dehidrasi sendiri dapat disebabkan berbagai hal. Misalnya, kemampuan minumnya berkurang, buang airnya terlalu banyak, atau suhu di kamarnya terlalu panas. Semua inilah yang harus dicermati orang tua atau pengasuh.

INFEKSI

Jika tak ada masalah minum dan buang air,suhu tinggi dapat menandakan bayi terkena penyakit infeksi. Penyakit ini bila menyerang bayi, prosesnya sangat cepat, sehingga harus segera dilakukan langkah-langkah pengobatan. Penyakit infeksi yang sering menyerang bayi antara lain flu, infeksi pencernaan atau diare, infeksi radang otak, serta infeksi yang disebabkan oleh gigitan serangga semisal kecoa.

Perhatikan pula, apakah dari garis keturunan keluarga yang memiliki riwayat kejang demam (stuip). Sebab, penyakit ini juga diawali dengan suhu badan yang meninggi. Sementara jika terkena diare, bayi akan terlihat gelisah dan sering menangis. Tanda lain, tampak mencret atau banyak buang air. Bayi yang kena diare akan lebih banyak minum karena ia merasa haus akibatbanyak mengeluarkan cairan dari tubuhnya.

Sedangkan batuk pilek pada bayi biasanya ditularkan oleh orang yang lebih dewasa. Tanda-tandanya,batuk-batuk dan hidung berair.

Berikut adalah penjelasan lebih lanjut tentang tanda-tanda bayi yang sakit :

1. Demam

Suhu tubuh di atas normal yaitu lebih dari 37,5 derajat Celsius merupakan salah satu tanda bayi yang sakit. Namun, demam bisa juga merupakan reaksi tubuh melawan penyakit. Untuk memastikan kenaikan suhu tubuh bayi kita gunakan termometer, jangan menggunakan telapak tangan karena tidak akurat. Apabila demam ditambah reaksi kejang maka bayi segera dibawa dokter atau ke rumah sakit.

Demam merupakan salah satu gejala utama adanya infeksi. Bisa infeksi saluran pernapasan, infeksi otak, atau lainnya. Meski hanya merupakan gejala adanya penyakit, demam harus segera ditangani sebelum semakin tinggi dan akhirnya dapat membuat bayi kejang karena penanganannya akan menjadi lebih sulit dan dampaknya makin berat.

Sebagai pertolongan pertama:

  • Hindari pengenaan selimut atau baju tebal. Dengan demikian bisa memberikan keleluasan tubuh bayi untuk bersirkulasi dengan baik.
  • Kompres air hangat di dahi, dada atau perut agar pembuluh darah melebar sehingga memperlancar sirkulasi suhu.
  • Beri obat penurun panas bila suhu tubuhnya tak kunjung turun dalam 1 x 24 jam. Bila suhu tubuhnya naik setelah 2 jam meminum obat atau saat meminum obat segera bawa ke dokter.

2. Diare

Waspadai bila bayi BAB berulang kali (lebih dari 3 kali) dengan kadar kekentalan/ kepadatan fesesnya berubah, atau pada kotoran tampak lendir bahkan darah. Dampak diare yakni dehidrasi dapat mengancam jiwa. Penyebab diare umumnya bisa gangguan pada organ pencernaan (seperti usus atau lambung) atau kontaminasi kuman. Bila si kecil ditimbang, berat badannya akan turun dibandingkan sebelum mengalami diare. Bila hal ini terjadi, sebaiknya segera di bawa ke dokter.

3. Flu/ Pilek

Flu yang ringan umumnya sembuh dengan sendirinya setelah 2-3 hari. Meski begitu, flu sering kali menyebabkan si kecil jadi sulit makan dan minum karena hidungnya tersumbat. Gunakan saputangan lembut untuk membersihkan ingusnya. Tekan-tekan perlahan. Jika pileknya tidak membaik dalam 3 hari, untuk mendapatkan pengobatan yang tepat sebaiknya periksakan ke dokter.

4. Berat Badan tidak memenuhi standar

Bila dari bulan ke bulan bobotnya tidak bertambah atau malah turun terus, mungkin bayi sakit. Padahal, normalnya dalam 6 bulan berat bayi mestinya sudah mencapai 2 kali berat waktu lahir. Untuk mendeteksi kenaikan atau penurunan bobot bayi per bulan bisa diketahui melalui grafik pertumbuhan.

Dalam 6 bulan pertama, contohnya, bayi harus mencapai 2 kali berat badan waktu lahir. Jika dari bulan ke bulan beratnya tetap atau malah turun, segeralah bertindak. Mungkin ia kena infeksi seperti vlek paru atau kelainan tertentu. Amati dengan jeli dan teratur kenaikan berat anak.

5. Tak mau makan/minum, nafsu makan berkurang

Kalau sesekali wajar saja mungkin bayi tak berselera atau bosan dengan menu yang disajikan. Atau bisa juga karena waktunya kurang tepat karena sedang mengantuk atau asyik bermain, misalnya. Akan tetapi kalau si kecil berkali-kali menolak makan, mungkin saja dia sedang sakit. Misalnya, mengalami infeksi di saluran pencernaan atau lambung. Untuk memastikan, segera berkonsultasi dengan dokter.

Bayi normal atau sehat pasti tidak bermasalah dengan kebiasaan makannya. Kalau haus dan lapar, ia akan segera melahap makanannya. Tapi jika ada gangguan terutama di pencernaannya, anak pasti cenderung menolak diberi makan. Tak cuma sekali ia menolak, melainkan berulang kali atau bahkan terus-menerus. Kemungkinan besar, terjadi infeksi di saluran pencernaan atau lambungnya.

6. Muntah berlebihan

Gejala muntah bisa saja dikategorikan normal. Misalnya karena sebelumnya mungkin terlalu kenyang sehingga makanan yang sudah masuk jadi keluar lagi meskipun tak semuanya. Apabila gejala muntah yang berlebihan tentu perlu diwaspadai. Barangkali ada masalah di seputar organ percernaan, misalnya usus. Agar diketahui lebih detail masalahnya, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.

7. Kolik/Kembung

Gejala ini juga menandakan bayi sedang sakit. Tentu bayi tidak merasa nyaman kalau perutnya kembung. Penyebabnya adalah udara yang “terperangkap” dalam saluran cerna. Akibatnya, bayi merasa tidak nyaman, rewel, dan menangis tanpa henti. Periksa dengan cara meraba perut bayi. Bila terasa lebih besar atau keras dari biasanya, kemungkinan ia kembung. Untuk mencegahnya, sesaat setelah diberi minum atau makan, biasakan tepuk-tepuk lembut punggung bayi dengan posisi “diberdirikan” di bahu Anda. Lakukan sampai anak bersendawa sehingga tak ada udara yang terperangkap dalam saluran cernanya.

8. Sesak Napas

Umumnya sesak napas menyebabkan napsu makan bayi menurun. Bayi tampak kesulitan bernapas. Ketika bernapas terdengar bunyi seperti mendengkur atau mengorok. Segera konsultasikan ke dokter.

Apabila makan/minum sedikit saja, tubuhnya dibanjiri peluh dan perlu “istirahat” sebentar sebelum makan lagi. Hati-hati dengan kemungkinan penyakit jantung. Segera konsultasikan ke dokter.

9. Ruam Popok

Gangguan ruam juga membuat bayi tak nyaman. Biasanya ruam timbul karena bayi alergi terhadap amoniak yang terkandung dalam urinnya. Bisa juga terjadi karena bayi alergi pada bahan dasar popok. Apalagi kulit bayi umumnya masih sangat sensitif. Dokter biasanya memberi salep kulit untuk mengatasi ruam.

Untuk menghindari terjadinya ruam popok, segera ganti popok bayi setiap kali basah karena buang air kecil atau buang air besar. Gunakan popok sekali pakai hanya pada kondisi darurat saat bepergian. Itu pun harus secara berkala diperiksa, minimal setiap 30 menit atau 1 jam sekali. Yang lebih disarankan adalah pemakaian popok dari bahan katun dengan tekstur lembut agar kulit bayi tetap bisa “bernapas” dan tidak membuatnya lecet.

10. Gusi Bengkak

Usia sekitar 7 bulan umumnya bayi mulai tumbuh gigi. Oleh karena itu, gusinya meradang dan membuat tidak nyaman. Akibatnya bayi menjadi  rewel. Ada gel khusus yang dapat digunakan dengan cara dioleskan pada gusinya. Kadang gejala ini disertai dengan suhu tubuh yang meningkat. Bila disertai demam, beri obat penurun panas. Namun jika panasnya terus berlanjut, segera bawa ke dokter.

11. Rewel/gelisah dan cenderung cengeng

Biasanya kalau bayi rewel bukan karena penyakit, digendong saja ia sudah akan tenang. Tapi kalau karena bayi sakit, mau diapakan saja, ia tetap rewel. Waspadalah karena ada sesuatu yang tak beres pada tubuh bayi. Mungkin kaki, tangan, atau anggota tubuh lainnya ada yang terkilir, perutnya tak enak karena mual dan kembung, atau kepalanya pusing, dan sebagainya.

TANPA TANDA

Kadang bayi sakit tanpa tanda-tanda atau tidak terdeteksi oleh orang tua. Biasanya penyakit-penyakit tersebut bersifat kronis atau lama. Bila ini terjadi, umumnya hanya ditandai oleh terganggunya pertumbuhan badan bayi.

Penyakit yang menyerang secara tiba-tiba, biasanya berhubungan dengan perdarahan dalam otak atau trauma. Kalau trauma, kan, tidak bisa diramalkan. Misalnya anaknya jatuh. Mungkin begitu jatuh, tak menampakkan tanda. Baru 2 hari kemudian kesadarannya hilang dan ternyata setelah diperiksa terjadi perdarahan dalam otaknya.

Hal ini juga bisa terjadi jika anak amat rentan terhadap penyakit gara-gara sistem imunitas tubuhnya tidak berkembang dengan baik. Tapi pada umumnya, tanda-tanda penyakit selalu ada.

PENGOBATAN AWAL

Yang paling ideal dilakukan bila mendapati tanda-tanda bayi sakit adalah segera menghubungi dokter atau tenaga paramedis. Yang penting, bayi harus dibawa ke tempat yang ada fasilitas medisnya.

Pada saat-saat tertentu orang tua dapat menanganinya terlebih dahulu sebelum dibawa ke dokter. Misalnya, kalau bayinya mencret-mencret, atasi dulu dengan memberikan oralit atau air minum agar bayi tidak kekurangan banyak cairan. Jika tubuhnya panas,beri obat penurun panas sesuai dosis. Tapi yang teraman adalah segera bawa ke dokter.

Perhatian dari orang tua juga berguna untuk mengidentifikasi permasalahan yang dialami anak. Misalnya, “Oh, Dok, anak saya kurang tidur, sepertinya dia sakit kepala.” Atau, “Anak saya menangis terus dari semalam dantidak mau tidur.” Atau, “Dok, napas anak saya sesak.” Biasanya, informasi semacam itu, “Bisa mengidentifikasikan problem yang ada, sehingga dokter memiliki gambaran.”

Bila langkah pengobatan yang dilakukan di rumah tidak menunjukkan hasil atau kesehatannya makin membaik, Orang tua harus segera membawa anak ke rumah sakit. Kenapa tak ke dokter? Dokter belum tentu punya sarana lengkap jika bayi memerlukan perawatan tambahan, misalnya.

TANDA-TANDA KEGAWATAN

Tanda-tanda kegawatan pada bayi, biasanya dibagi per sistem organ. Yang pertama, turunnya kesadaran sampai dengan koma. Yang kedua,tanda kejang pada bayi. Yang ketiga, biasanya berupa tanda kebiruan pada sekitar bibir atau di bagian kuku bayi. Tanda kegawatan dapat juga dilihat melalui sistem pernapasan, yaitu sesak napas. Dari sistem jantung,biasanya denyutnya jadi cepat, lemah, atau tak teratur.

Tanda kegawatan yang lain dapat diketahui dari air kencingnya. Kapan terakhir dia buang air kecil dan apa warnanya? Apakah warnanya keruh, cokelat tua atau normal? Ini biasanya terjadi pada bayi yang dehidrasi. Suhu badan yang tinggi di atas suhu normal juga merupakan tanda-tanda kegawatan. Sebaliknya, suhu badan rendah juga berbahaya.

Bila timbul tanda-tanda kegawatan seperti di atas, orang tua harus terus memantau perkembangan bayinya. Biasanya kalau muncul tanda-tanda kegawatan, nadi harus selalu dipegang.

Tanda-tanda kegawatan ini biasanya pada penyakit-penyakit infeksi berat atau dehidrasi berat. Infeksi berat, contohnya infeksi di paru-paru atau bronkopneumonia, infeksi di otak, serta radang otak atau radang selaput otak. Penyebabnya bisa bakteri, bisa juga virus.

Sementara kekurangan cairan atau dehidrasi pada bayi sangat mempengaruhi bayi, karena cairan itu sangat diperlukan tubuh. Pada prinsipnya, dehidrasi ada dua macam. Yang pertama karena pemasukannya kurang, yang kedua pengeluarannya berlebihan.

Jika pemasukannya kurang, jelas ia akan mengalami dehidrasi. Sedangkan jika pengeluarannya berlebihan (misalnya diare) dan tidak dibarengi dengan pemasukan, juga akan menyebabkan dehidrasi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s