Hepatitis B

Di dunia ini diperkirakan terdapat 250 juta orang telah menjadi carrier Hepatitis B. Dari jumlah itu, sekitar 200 juta orang terdapat di beberapa negara Asia. Di negara-negara Asia Tenggara diperkirakan bahwa 10-25% dari penduduknya sudah menjadi carrier Hepatitis B. Jumlah yang pernah terkena infeksi jauh lebih tinggi lagi. Di Indonesia diperkirakan jumlah carrier Hepatitis B sekitar 10% dari jumlah penduduk.

Tidak banyak yang tahu, bahwa virus hepatitis bisa lebih berbahaya ketimbang virus HIV. Pasalnya, virus hepatitis B dapat menginfeksi 50 sampai 100 kali lebih besar daripada HIV. Dari 7 jenis virus hepatitis, yaitu hepatitis A, B, C, D, E, F, dan G, virus hepatitis B dan C adalah jenis virus yang paling berbahaya, sebab dapat berkembang menjadi kanker hati.

Istilah “Hepatitis” dipakai untuk semua jenis peradangan pada hati (liver). Penyebabnya dapat berbagai macam, mulai dari virus sampai dengan obat-obatan, termasuk obat tradisional. Virus hepatitis juga ada beberapa jenis, hepatitis A, hepatitis B, C, D, E, F dan G. Manifestasi penyakit hepatitis akibat virus bisa akut ( hepatitis A ) dapat pula hepatitis kronik ( hepatitis B,C ) dan adapula yang kemudian menjadi kanker hati ( hepatitis B dan C ).

Hepatitis B adalah penyakit yang serius yang dapat dijangkit seumur hidup. Penyakit ini disebabkan oleh virus yang mempengaruhi hati. Bayi-bayi yang terjangkit penyakit ini mungkin hanya mempunyai gejala-gejala yang ringan, atau tidak mempunyai gejala sama sekali. Tetapi, banyak dari bayi-bayi ini yang terus menyimpan virus tersebut di dalam aliran darah mereka selama bertahun-tahun dan bias menularkannya kepada orang lain. Sebanyak 25 persen dari penyebar kuman hepatitis B bisa terkena kanker hati atau kerusakan pada hati di kemudian hari dalam hidup mereka.

Penyakit Hepatitis B merupakan sejenis penyakit wabah (epidemik) yang ‘senyap’ dan merupakan masalah kesehatan awam sejagat yang utama. Hepatitis B merupakan jangkitan pada organ hati oleh kuman virus Hepatitis B (HBV). Hepatitis yaitu peradangan hati yang lazimnya menyebabkan hati membengkak dan terasa lembut. Kadangkala ia membawa kerusakan hati yang menetap. Lebih dari 300 juta penduduk dunia dijangkiti oleh penyakit hepatitis B ini. WHO menyimpulkan hepatitis B sebagai penyebab utama yang kesembilan yang menyebabkan kematian di dunia. Mereka yang mengidap penyakit  ini kelihatan sehat tetapi mampu secara senyap-senyap menjangkiti orang lain. Pengidap kuman hepatitis B yang kronik mempunyai kemungkinan 200 kali lebih besar resikonya untuk mendapat kanker hati disbanding dengan mereka yang normal.

Banyak jalan masuk virus hepatitis B ke tubuh si kecil. Yang potemsial melalui jalan lahir. Cara lain melalui kontak dengan darah penderita, semisal transfusi darah. Bisa juga melalui alat-alat medis yang sebelumnya telah terkontaminasi darah dari penderita hepatitis B, seperti jarum suntik yang tidak steril atau peralatan yang ada di klinik gigi. Bahkan juga bisa lewat sikat gigi atau sisir rambut yang digunakan antar anggota keluarga.

Malangnya, tak ada gejala khas yang tampak secara kasat mata. Bahkan oleh dokter sekalipun. Fungsi hati kadang tak terganggu meski sudah mengalami sirosis. Anak juga terlihat sehat, nafsu makan baik, berat badan juga normal. Penyakit baru diketahui setelah dilakukan pemeriksaan darah.

Upaya pencegahan adalah langkah terbaik. Jika ada salah satu anggota keluarga dicurigai kena Virus Hepatitis B, biasanya dilakukan screening terhadap anak-anaknya untuk mengetahui apakah membawa virus atau tidak. Selain itu, imunisasi merupakan langkah efektif untuk mencegah masuknya virus hepatitis .

PEMBAHASAN

HEPATITIS B adalah penyakit hati yang menyebabkan hati kita mengalami pembengkakan dan berhenti melakukan sesuatu dengan benar. Kita perlu hati yang sehat, karena hati melakukan banyak hal untuk mempertahankan kehidupan kita. Hati melawan infeksi, menghentikan perdarahan, mengeluarkan obat dan racun dari darah kita dan juga menyimpan energi yang dikeluarkan di saat diperlukan.

Hepatitis hampir selalu disebabkan oleh virus hepatitis B. Terdapat banyak jenis virus hepatitis tetapi yang paling sering adalah tipe A dan B. Sebagian penderita Hepatitis B akan sembuh sempurna dan mempunyai kekebalan seumur hidup, tetapi sebagian lagi gagal memperoleh kekebalan. Orang tersebut terus menerus membawa virus hepatitis B dan bisa menjadi sumber penularan. Infeksi biasanya ditularkan dari ibu selama proses persalinan berlangsung. Hepatitis biasanya tidak ditularkan selama bayi berada dalam kandungan karena virusnya tidak mudah melewati plasenta (ari-ari). Hepatitis B disebabkan oleh virus Hepatitis B yang dapat ditularkan melalui kontak dengan orang yang terinfeksi dengan perantara darah, cairan mani atau cairan tubuh lainnya. Kita dapat terkena Hepatitis B dengan cara:

  • Berbagi jarum suntik.
  • Melakukan hubungan seksual dengan orang yang terinfeksi tanpa menggunakan kondom.
  • Membuat tatto atau tindik yang dilakukan dengan alat yang sebelumnya dipakai oleh orang lain yang terinfeksi.
  • Tertusuk jarum yang berisi darah yang terinfeksi (petugas kesehatan dapat tertular dengan cara seperti ini).
  • Tinggal dengan seseorang yang memiliki Hepatitis B.
  • Berbagi sikat gigi atau alat pencukur dengan orang yang terinfeksi.
  • Bepergian kesuatu daerah atau negara dimana Hepatitis B adalah umum.
  • Wanita yang terinfeksi dengan Hepatitis B dapat menularkannya kepada bayinya saat kelahiran.

Hepatitis B tidak ditularkan dengan cara:

  • Berjabatan tangan dengan orang yang terinfeksi.
  • Berpelukan.
  • Atau duduk berdampingan dengan orang yang terinfeksi.

Apakah itu virus Hepatitis B?

Merupakan ahli famili Virus Hepadna. Ia merupakan genus orthohepadnavirus. Mempunyai partilkel (virion) yang terdiri daripada:

○ sampul lipid (lipid enveloped) di luar.

“icosahedral capsid core” di dalam.

○ Terdiri daripada protein

○ Menutupi DNA dan enzim virus Hepatitis B iaitu DNA Polymerase

○ DNA Polymerase mempunyai sejenis aktiviti iaitu, “reverse transcriptase” Diameter  partikel(virion) adalah 42 nm dan wujud dalam bentuk “pleomorphic”

Manifestasi Klinis

Pada umumnya, gejala penyakit Hepatitis B ringan. Hepatitis B dapat membuat kita seperti terserang flu, merasa lelah, perut tidak nyaman, demam, hilang nafsu makan, nyeri di perut dan timbul mencret atau diare. Biasanya disertai gejala-gejala seperti:

  • Buang air besar bewarna keputihan.
  • Mata dan kulit berubah kuning.
  • Kencing kuning gelap seperti teh.
  • Lemah, lesu, sakit otot
  • Demam ringan
  • Mual, kurang nafsu makan

Butuh waktu berbulan-bulan, bahkan setahun untuk bisa sembuh dari gejala-gejala itu. Dan jika tidak segera ditangani, HBV bisa menyebabkan infeksi hati yang kronis, yang kemudian dapat berkembang menjadi sirosis hati atau kanker hati. Jika sudah pada tahap sirosis, dapat menyebabkan kematian pada penderitanya.

Bahaya pada anak. Kapan infeksi virus hepatitis B menjadi kronis tergantung pada usia berapa seseorang terinfeksi. Jika seseorang terinfeksi ketika masa kanak-kanak, maka akan lebih besar kemungkinan infeksi itu berkembang menjadi infeksi yang lebih kronis.

Sekitar 90 persen bayi yang terinfeksi virus ini pada tahun pertama, akan berkembang menjadi infeksi kronis. Sementara pada anak-anak yang terinfeksi pada usia antara satu sampai empat tahun, sekitar 30 sampai 50 persennya akan berkembang menjadi infeksi kronis. Dan sekitar 25 persen orang dewasa meninggal karena kanker hati, dimana ia terinfeksi HBV sejak masa kanak-kanaknya. Namun, sekitar 90 persen orang dewasa sehat yang baru terinfeksi HBV dapat sembuh dan virus bisa hilang dalam jangka waktu enam bulan.

Imunisasi itu penting! Itulah sebabnya, mengapa imunisasi vaksin hepatitis B sangat diperlukan sejak kecil, untuk menghindari anak terkena virus hepatitis B. Dan vaksinasi harus diberikan tiga sampai empat dosis, sesuai dengan jadwal imunisasi rutin.

Jika rangkaian vaksin hepatitis sudah diberikan secara lengkap, maka sekitar 95 persen antibodi pada bayi, anak-anak, dan dewasa muda, dapat melindungi tubuh dari virus HBV. Setelah usia 40 tahun, perlindungan dari vaksin tersebut turun menjadi sekitar 90 persennya.

Namun beberapa orang bisa tidak didapatkan gejala-gejala seperti di atas. Jadi jika Anda merasa memiliki gejala atau memikirkan kemungkinan terkena Hepatitis B, periksalah segera ke dokter. Untuk memeriksa Hepatitis B, dokter akan melakukan tes darah untuk menunjukkan apakah kita terinfeksi dan sejauh apa akibat yang sudah ditimbulkan.

Sebagian besar bayi yang terinfeksi akan mengalami hepatitis kronis (hepatitis menahun) yang biasanya baru menimbulkan gejala pada masa kanak-kanak. Hepatitis pada bayi baru lahir merupakan suatu penyakit yang serius, 25% dari penderita akhirnya meninggal.
Pada bayi yang terinfeksi kadang ditemukan gejala berikut:
– pembesaran hati (hepatomegali)
ascites (penimbunan cairan di dalam perut)
– sakit kuning (jaundice) akibat peningkatan kadar bilirubin.

Diagnosa
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala, hasil pemeriksaan fisik dan hasil pemeriksaan darah.

Pengobatan

Wanita hamil secara rutin diperiksa terhadap kemungkinan infeksi oleh virus hepatitis B.
Bayi biasanya baru terinfeksi pada saat persalinan, karena itu kepada bayi baru lahir yang ibunya menderita hepatitis B, diberikan suntikan immunoglobulin hepatitis B dalam waktu 24 jam setelah lahir, sebelum terjadinya infeksi. Suntikan ini akan melindungi bayi untuk sementara. Pada saat yang sama juga diberikan vaksinasi hepatitis B untuk perlindungan jangka panjang.

Pengobatan Hepatitis B dapat meliputi obat-obatan yang disebut interferon, lamivudine, adefovir, dipivoxil maupun pembedahan transplantasi hati.

Pencegahan

Hepatitis B adalah suatu penyakit yang dapat dicegah. Terpenting, praktek-praktek perlindungan spesifik harus dipromosikan untuk menghindari risiko penularan virus secara seksual atau oleh darah yang tercemar. Sebagai tambahan, dua tipe dari immunoprophylaxis (pencegahan dengan metode-metode imunologi) tersedia untuk mencegah virus hepatitis B. Yang satu adalah perlindungan pasif, dimana antibodi-antibodi terhadap virus hepatitis B diberikan kepada pasien. Yang lainnya adalah perlindungan aktif, atau vaksinasi, yang menstimulasi tubuh untuk menghasilkan antibodi-antibodinya sendiri.

Pada dasarnya, imunisasi adalah proses merangsang sistem kekebalan tubuh dengan cara memasukkan (baik itu melalui suntik atau minum) suatu virus atau bakteri. Sebelum diberikan, virus atau bakteri tersebut telah dilemahkan atau dibunuh, bagian tubuh dari bakteri atau virus itu juga sudah dimodifikasi sehingga tubuh kita tidak kaget dan siap untuk melawan bila bakteri atau virus sungguhan menyerang.

Hepatitis B dapat dicegah dengan memberikan vaksin yaitu obat yang diberikan saat kita sedang sehat yang mencegah kita jatuh sakit. Vaksin mengajarkan tubuh kita untuk menyerang virus tertentu yang sudah dilemahkan sebelumnya sehingga ketika virus tersebut masuk, tubuh kita sudah siap untuk melumpuhkannya. Dengan demikian, cara yang paling penting dan efektif untuk mencegah hepatitis B adalah imunisasi. Vaksin hepatitis B dapat diberikan secara aman kepada bayi-bayi tak lama sesudah kelahiran dan selama masa pertumbuhan.

Imunisasi hepatitis B diberikan sedini mungkin setelah lahir, mengingat sekitar 33% ibu melahirkan di Negara berkembang adalah pengidap HBsAg positif dengan perkiraan transmisi maternal 40% ( IDAI,1999)

Vaksin Hepatitis B diberikan melalui 3 kali suntikan dan setiap bayi baru lahir mendapatkan suntikan pertama dalam waktu 12 jam setelah lahir. Mereka mendapatkan suntikan ke-2 pada saat usia 1-2 bulan dan suntikan ke-3 antara usia 6-18 bulan.

Anak yang lebih besar dan orang dewasa dapat diberikan vaksin juga. Mereka mendapatkan 3 kali suntikan tergantung jenis vaksin yang diberikan. Jika Anda terlambat mendapatkan suntikan, hubungi dokter Anda atau rumah sakit untuk menjadwalkan vaksinasi Anda karena vaksin akan melindungi Anda dari Hepatitis B.

Sebelumnya, kita harus mengetahui apa itu HbsAg  HBsAg adalah antigen pada virus hepatitis B yang dapat tedeteksi melalui pemeriksaan darah di laboratorium. Jadi bila darah seseorang diperiksa ada HBsAg nya atau hasilnya positif, itu menunjukkan orang itu menderita hepatitis B dan dapat menularkan ke orang lain.

Keefektifan Hepatitis B Immune Globulin (HBIG) Dalam Mencegah Hepatitis B

Hepatitis B immune globulin (HBIg) dibuat dari plasma yang mengandung anti Hs tinggi (>100000IU/ml) sehingga dapat memberikan proteksi secara cepat meskipun hanya untuk jangka waktu terbatas. Pada bayi dari ibu pengidap HBV, HBIg diberikan seyogya nya bersamaan dengan vaksin HBV di sisi tubuh berbeda dalam waktu 12 jam setelah lahir.

Pada metode perlindungan pasif, anti-Hbs, yang adalah antibodi-antibodi spesifik terhadap HBsAg diberikan. Preparat yang tersedia dari antibodi-antibodi sepesifik dikenal sebagai hepatitis B immune globulin atau HBIG (BayHep B). HBIG terbentuk dari plasma (suatu produk darah) yang diketahui mengandung suatu konsentrasi yang tinggi dari antibodi-antibodi permukaan hepatitis B (hepatitis B surface). Perlindungan pasif biasanya diberikan setelah suatu paparan pada virus untuk mencegah seorang yang peka memperoleh virus hepatitis B. Jika diberikan dalam 10 hari dari paparan pada virus, HBIG adalah hampir selalu berhasil dalam mencegah infeksi virus hepatitis B. Bahkan jika diberikan sedikit lebih telat, bagaimanapun, HBIG mungkin mengurangi keparahan dari suatu infeksi virus hepatitis B. Perlindungan terhadap virus hepatitis B berlangsung/bertahan untuk kira-kira tiga minggu setelah HBIG diberikan.

Keefektifan Vaksinansi Untuk Hepatitis B

Untuk perlindungan aktif, atau vaksinasi, suatu antigen virus hepatitis B virus yang tidak berbahaya diberikan untuk menstimulasi sistim imun tubuh untuk menghasilkan antibodi-antibodi yang melindungi terhadap virus hepatitis B. Vaksin dengan demikian mencegah infeksi virus hepatitis B. Vaksin-vaksin virus hepatitis B yang pertama diturunkan dari plasma yang disatukan (gabungan) yang diperoleh dari orang-orang dengan tingkat-tingkat HBsAg yang tinggi. Vaksin-vaksin yang sekarang tersedia di Amerika dibuat (disintesis) menggunakan teknologi penggabungan-ulang (recombinant) DNA (menggabungkan segmen-segmen DNA). Vaksin-vaksin recombinant hepatitis B ini (Energix-B dan Recombivax-HB) dikonstrusikan mengandung hanya bagian dari HBsAg yang sangat berpotensi dalam menstimulasi sistim imun untuk menghasilkan anti-HBs. Vaksin tidak mengandung komponen virus lainnya dan adalah tidak menular (tidak menyebabkan infeksi).

Jumlah Pemberian
Sebanyak 3 kali, dengan interval 1 bulan antara suntikan pertama dan kedua, kemudian 5 bulan antara suntikan kedua dan ketiga.

Usia Pemberian

Sekurang-kurangnya 12 jam setelah lahir. Dengan syarat, kondisi bayi stabil, tak ada gangguan pada paru-paru dan jantung. Dilanjutkan pada usia 1 bulan, dan usia 3-6 bulan. Khusus bayi yang lahir dari ibu pengidap VHB, selain imunisasi tersebut dilakukan tambahan dengan imunoglobulin antihepatitis B dalam waktu sebelum usia 24 jam.

Anda dapat pula melindungi diri Anda dan orang lain dari Hepatitis B dengan cara:

  • Imunisasi yerhadap hepatitis B pada bayi baru lahir
  • Tidak berbagi jarum suntik
  • Memakai kondom ketika berhubungan seksual.
  • Memakai sarung tangan ketika menyentuh darah orang lain.
  • Jangan berbagi sikat gigi, pisau cukur atau apapun dengan orang yang terinfeksi.
  • Pastikan alat untuk membuat tatto atau tindik sudah disterilkan
  • Hindari hubungan badan dengan orang yang terinfeksi
  • Hindari pemakaian bersama sikat gigi ataupun alat cukur

Mencegah Penularan Virus Hepatitis B Dari Ibu Ke Bayi Yang Baru Dilahirkan

Peri-natal immunoprophylaxis adalah penting sekali (kritis) untuk mencegah penularan virus hepatitis B dari ibu ke bayi yang baru dilahirkan. Pada satu situasi, jika bayi dilahirkan oleh seorang ibu yang diketahui adalah HBsAg positif, bayi harus menerima HBIG waktu lahir atau dalam 12 jam kelahiran. Pada situasi yang lain, jika ibu tidak disaring sebelumnya untuk HBsAg dan ditemukan positif setelah melahirkan, bayi harus menerima HBIG sesegera mungkin, tidak lebih telat dari satu minggu setelah kelahiran. Pada kedua situasi, bayi harus juga diberikan vaksin hepatitis B (recombinant); menerima dosis pertama waktu kelahiran (dalam 12 jam), yang kedua waktu 1 bulan (tidak lebih telat dari 2 bulan), dan ketiga waktu 6 bulan.

Efek Samping

Umumnya tak terjadi. Jikapun ada (jarang) berupa keluhan nyeri pada bekas suntikan, yang disusul demam ringan dan pembengkakan. Namun rekasi ini akan menghilang dalam waktu dua hari. Reaksi hipersensitivitas juga bisa terjadi pada individu yang alergi terhadap antigen yeast. Vaksin HBV terbukti aman dan dapat efektif mencegah infeksi HBV minimal 90%.

Tanda Keberhasilan

Tak ada tanda klinis yang dapat dijadikan patokan. Namun dapat dilakukan pengukuran keberhasilan melalui pemeriksaan darah dengan mengecek kadar hepatitis B-nya setelah anak berusia setahun. Bila kadarnya di atas 1000, berarti daya tahanya 8 tahun; diatas 500, tahan 5 tahun; diatas 200 tahan 3 tahun. Tetapi kalau angkanya cuma 100, maka dalam setahun akan hilang. Sementara bila angkanya 0 berarti si bayi harus disuntik ulang 3 kali lagi.

Tingkat Kekebalan
Cukup tinggi, antara 94-96%. Umumnya setelah 3 kali suntikan, lbih dari 95% bayi mengalami respons imun yang cukup.

Indikator Kontra
Biasanya tidak ada, hanya saja jangan diberikan pada anak yang sakit berat. Perlu diingat bahwa penyakit ringan ,mencret 1-2x, pilek, gizi kurang ,alergi terhadap bahan non vaksin, mis: makanan dan obat-obatan bukanlah indikasi kontra untuk melakukan vaksinasi hepatitis B.

Komplikasi Hepatitis B
• Cirrhosis hati (Pengerasan hati) yaitu penyakit kronik yang terjadi secara perlahan- lahan di mana sel hati dimusnahkan secara berangsur-angsur.
• Kanker hati.

Jika ada yang mengalami hepatitis, yang dapat anda lakukan adalah:
• Periksa dokter untuk memastikan diagnosa
• Istirahat dan makan makanan yang bergizi.

Perjalanan Klinis dan Prognosis

Diseluruh dunia dilaporkan terdapat lebih kurang 300 juta pengidap hepatitis B. Dengan angka sedemikian besar, ini jelas bahwa pada kebanyakan pasien dapat dipastikan penyakit berjalan ringan, perkembangan lambat dan perlahan-lahan. Pasien seperti ini dengan ataupun tanpa pengobatan dapat mengalami remisi menjadi hepatitis kronis yang persisten.

Prognosis sejalan dengan beratnya penyakit. Adanya asites, ikterus atau perdarahan varises esofagus menunjukan adanya sirosis dan merupakan petanda buruk. Usia lebih dari 40 tahun juga berpengaruh kurang baik terhadap prognosis. Komplikasi yang ditakuti ialah karsinoma hati primer. Hal ini harus dicurigai bila keadaan pasien tiba-tiba memburuk dengan keadaan umum menjadi sangat lemah, perasaan nyeri dan terutamanya lagi adanya benjolan pada abdomen kanan atas, berat badan yag menurun, asites dan edema kedua tungkai.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s