Ganja (Cannabis sativa)

ganja2Ganja (Cannabis sativa syn. Cannabis indica) adalah tumbuhan budidaya penghasil serat, namun lebih dikenal karena kandungan zat narkotika pada bijinya, kanabidiol,kanabinol dan tetrahidrokanabinol (THC, tetra-hydro-cannabinol) yang dapat membuat pemakainya mengalami euforia (rasa senang yang berkepanjangan tanpa sebab). MARIJUANA, ganja, narkotik, hemp, hashish, merupakan segudang nama untuk satu tanaman yaitu Cannabis sativa. Tentu saja nama-nama di atas sudah tidak asing bagi orang-orang di dunia. Hampir di berbagai media massa maupun elektronik selalu ada saja kasus yang berkaitan dengan ganja, bahkan banyak film-film yang mengupas tentang ganja ataupun narkotik ini.

Cannabis sativa merupakan jenis tanaman herba tahunan yang tingginya dapat mencapai 4 meter. Adapun batang dewasanya kaku dan berserat, susunan daunnya oposit, dan menjadi alternatus di akhir cabangnya, sedangkan tiap daunnya berbentuk palmatus (menjari). Bunganya tidak dapat dilihat dengan mata telanjang karena kecil, hanya sekira 0,5 cm dan tersembunyi, serta berwarna hijau yang rancu dibedakan dengan warna daunnya. Berbagai varietas tanaman ganja ini ada yang hanya memiliki bunga betina, bunga jantan, dan ada juga yang memiliki kedua jenis kelamin bunga. Kantong sari bunga jantan melepaskan pollennya dengan bantuan angin ketika akan melakukan persarian dan fertilisasi.

Tanaman ganja merupakan tanaman asli daerah tropis di Asia. Kini sudah ditanam hampir di berbagai negara di dunia dengan beragam kondisi iklim dan tanah. Perbedaan iklim dan varietas khusus memengaruhi akan apa yang dihasilkan Cannabis sativa ini. Serat dihasilkan dari varietas Cannabis sativa yang tangkainya panjang, cabangnya sedikit, dan hanya menghasilkan sedikit biji, selain itu juga tumbuh subur pada iklim dengan temperatur yang tidak ekstrem, dan bercurah hujan sekira 670 mm/tahun.

Efek negatif secara umum adalah bila sudah menghisap maka pengguna akan menjadi malas dan otak akan lamban dalam berpikir. Namun, hal ini masih menjadi kontroversi, karena tidak sepenuhnya disepakati oleh beberapa kelompok tertentu yang mendukung medical marijuana dan marijuana pada umumnya. Selain diklaim sebagai pereda rasa sakit, dan pengobatan untuk penyakit tertentu (termasuk kanker), banyak juga pihak yang menyatakan adanya lonjakan kreatifitas dalam berfikir serta dalam berkarya (terutama pada para seniman dan musisi.

Berdasarkan penelitian terakhir, hal ini (lonjakan kreatifitas), juga di pengaruhi oleh jenis ganja yang digunakan. Salah satu jenis ganja yang dianggap membantu kreatifitas adalah hasil silangan modern “Cannabis indica” yang berasal dari India dengan “Cannabis sativa” dari Barat, dimana jenis Marijuana silangan inilah yang merupakan tipe yang tumbuh di Indonesia.

Efek yang dihasilkan juga beragam terhadap setiap individu, dimana dalam golongan tertentu ada yang merasakan efek yang membuat mereka menjadi malas, sementara ada kelompok yang menjadi aktif, terutama dalam berfikir kreatif (bukan aktif secara fisik seperti efek yang dihasilkan Methamphetamin). Marijuana, hingga detik ini, tidak pernah terbukti sebagai penyebab kematian maupun kecanduan. Bahkan, di masa lalu dianggap sebagai tanaman luar biasa, dimana hampir semua unsur yang ada padanya dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Hal ini sangat bertolak belakang dan berbeda dengan efek yang dihasilkan oleh obat-obatan terlarang dan alkohol, yang menyebabkan penggunanya menjadi kecanduan hingga tersiksa secara fisik, dan bahkan berbuat kekerasan maupun penipuan (aksi kriminal) untuk mendapatkan obat-obatan kimia buatan manusia itu.

FARMAKOKINETIK

Tiga kanabioid utama ditemukan dalam kanabis: kanabidiol (CBD), tetrahidrokanabinol (THC), dan kanabinol (CBN). Jalur biosintesis dimulai dengan CBD, disusun menjadi THC dan berakhir dengan CBN. Jadi, seseorang dapat meramalkan umur tanaman ini berdasarkan perbandingan kanbinoid didalam tanaman ini.

Banyak variasi lain dalam struktur ini dijumpai dalam kanabis, tetapi dengan perkecualian pada THC dan homolognya, tidaka da satupun kanabis lain yang memiliki psikoaktivitas. Kandungan THC sangat bervariasi di antara tanaman ini, sehingga turunan genetic khusus hanya dapat menghasilkan paling banyak 4-6% THC dalam materi yang diseleksi ketat. Kebanyakan mempunyai kandungan THC 1-2%.

Cara pemakaian yang paling disukai ialah dibuat rokok. Kelarutan THC dalam lipid sangat tinggi menyebabkan THC mudah tertangkap pada surfaktan yang membungkus paru-paru. Penelitian farmakokinteik menyatakan dengan cara merokok hamper sama dengan pemberian intravena kecuali kadar plasma lebih rendah. Kanabis bias juga digunakan peroral dalam bentuk manisan tetapi laju absorpsinya berlangsung lambat dan bervariasi meskipun masa kerjanya panjang.

THC dimetabolisme secara ekstensif dan metabolik baru masih selalu ditemukan. Salah satu metabolik, 11-hidroksi-THC, sebenarnya lebih aktif dibandingkan persenyawaan induk. Namun, jumlahnya tidak banyak dan harus dianggap aktifitas utama dari kanabis berasal dari THC sendiri. Kelarutan dalam lipid yang tinggi menyebabkan penumpukan dalam bagian lipid dari tubuh, dan metabolitnya mungkin dieksresikan sampai satu minggu setelah suatu dosis tunggal.

FARMAKODINAMIK

Mekanisme kerja THC telah menjadi materi penelitian yang intensive. Ada satu penelitian yang menunjukkan bahwa adanya reseptor yang sangat selektif untuk kanabinoid. Afinitas ikatan antara kanabinoid dengan reseptornya berhubungan erat dengan potensi relatif dengan biologic assay, menyatakan bahwa reseptor juga menjadi perantara efek farmakologik. Tempat pengikatannya sangat banyak pada nuclei eferen dari ganglion basalis, subtansia nigra pars retikulata, globus pallidus, hipokampus dan batang otak reseptor ini merupakan satu rangkain protein G. hal ini akan menyebabkan peningkatan metabolisme di daerah yang sama di mana tempat reseptor itu berada setalah di berikan THC. Prostaglandin mungkin juga berperan sebagai mediator dalam aktifitas THC, tapi bagai mana hal ini trjadi belum jelas.

THC mempunyai variasi efek farmakologis seperti amfetamin, LSD, alcohol, sedatif, atropin dan morfin jadi obat ini harus di anggap sebagai kelas yang terpisah.

INDIKASI

Pada awalnya tanaman rami ditanam secara besar – besaran di Amerika Serikat bukan untuk kebutuhan merokok, namun di ambil seratnya yang diambil untuk pembuatan kain dan tali.Pada abad ke-19 kandungan obat damar kanabis telah diketahui dan pada masa itu dipasarkan oleh beberapa perusahaan obat sebagi obat untuk rematik, encok, depresi,kolera dan neuralgia.

KONTRAINDIKASI

Berbahaya bagi orang – orang yang mengalami kelainan fungsi jantung karena dapat meningkatkan denyut jantung, kadang secara dramatis.sebagai mana yang disampaikan dalam sebuah laporan dari National Institute on Drug Abuse, efek tersebut menjadi masalah tersendiri ketika para penghisap mariyuana bertambah tua. Penggunaan mariyuana dalam waktu lama dapat memberikan efek yang sangat berbahaya, apalagi mempunyai latar belakang keluarga yang pernah mengalami kelainan jiwa akibat mariyuana, hal ini yang harus sangat di perhatikan karena dampak itu akan berkelanjutan pada keluarga yang lain.

EFEK MARIYUANA

Efek psikologis

Para perokok mariyuana menemukan bahwa mariyuana tersebut membuat mereka merasa rileks dan mudah bersosialisasi. Dosis besar dapat menimbulkan berbagai perubahan cepat dalam emosi, perhatian yang menumpul, pikiran yang terpecah dan melemahnya memori. Dosis yang sangat besar kadang menimbulkan halusinasi dan berbagai efek lain yang sama dengan efek LSD, termasuk kepanikan ekstrem.

Ganja mempengaruhi keterampilan motorik dan koordinasi, penglihatan dan kemampuan untuk mengukur jarak dan kecepatan. Mengendarai mobil atau motor dengan orang yang sedang “teler” karena ganja adalah sangat berbahaya.

Efek Somatik

Efek somatik pada pecandu ganja :

    1. Jantung berdebar – debar ( palpitasi )
    2. Gejala psikologik:
      1. Euforia
      2. Halusinasi dan delusi
      3. Perasan waktu nerlalu dengan lambat
      4. Adaptis
    3. Gejala fisik:
      1. Mata merah
      2. Nafsu makan bertambah
      3. Mulut kering

DAFTAR PUSTAKA

One thought on “Ganja (Cannabis sativa)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s