Keracunan Arsen

Arsen (As) adalah logam berat, bentuk seperti bubuk giling, tidak berwarna, tidak berbau ( As2O3), tidak terasa dan tidak larut dalam air. Arsen dalam bentuk metal tidak beracun, tetapi yang beracun dalam bentuk garam. Arsen mengiritasi jaringan, menekan sistem saraf dan menghalangi respirasi sel.

Bentuk garam dari arsen adalah:

  • Oksida dari arsen ( As2O3)
  • Arsenit
  • Sulfida
  • Senyawa organik

Jumlah yang sangat sedikit sudah dapat membunuh seorang manusia (30-300 mg), dosis yang telah menyebabkan kematian ialah 120 mg.

Oksida arsen sebanyak 1 jumputan sudah bisa membunuh 6-7 orang.

Sumber-sumber:

  1. Industri dan pertanian
  2. Tanah
  3. Air
  4. Bir
  5. Kerang
  6. Tembakau
  7. Obat-obatan

FARMAKOKINETIK

Arsen dapat masuk kedalam tubuh melalui mulut. Inhalasi (pada debu Arsen dan Arsen) dan melalui kulit. Setelah diabsorpsi melalui mukosa usus, Arsen kemudian ditimbun dalam hati, ginjal, kulit dan tulang. Pada keracunan kronik, Arsen juga ditimbun dalam jaringan- jaringan lain, misalnya larutan dan rambut yang banyak mengandung larutan disulfida.

Eksresi terjadi dengan lambat melalui feses dan urine sehingga dapat terjadi akumulasi dalam tubuh

FARMAKODINAMIK :

Arsen menghambat sistim enzim Sulfidril dalam sel sehingga metabolisme sel dihambat. Pada keracunan Arsen, terjadi hemolisis sel darah merah, serta efek depresi pada SSP.

Target khususnya adalah endotelium vaskuler, yang mengarah kepada peningkatan permeabilitas, edema jaringan dan perdarahan,khususnya dalam saluran usus. Secara lokal zat ini mengiritasi selaput lendir dan menyebabkan depresi sistem saraf. As menyebabkan zat beracun dengan melepaskan phosphorylasi mitochondrial oxidatif. Zat ini mengganggu glikolisis.

Nilai ambang batas dalam air minum adalah 0,2 ppm. Pada orang dewasa, kadar normal dalam urin 100 mg/l. Rambut 0,5 mg/kg, dan kuku 0,5 mg/kg. Kadar dalam rambut pada keracunan 0,75 mg/kg dan pada kuku 1 mg / kg atau lebih.

Kadar dalam darah normal anak-anak 30 mg/l, urin 100 mg / 24 jam.

Dosis fatal As2O3 adalah 200-300 mg sedangkan untuk Arsen adalah 1 : 20.000 dalam udara

Jika racun masuk dalam jumlah banyak, penderita akan mengalami shok kardiovaskuler dan dapat menimbulkan kematian dalam waktu 12 – 36 jam.

Jika penderita menghirup gas seperti yang mungkin terjadi di pabrik-pabrik, penderita akan mengalami hemolisis yang parah. Kematian akan terjadi dalam waktu beberapa hari karena kerusakan ginjal akibat hemolisis

GEJALA KERACUNAN ARSEN

Dibagi dalam tiga bagian yaitu:

  1. Akut
  2. Sub Akut
  3. Kronis

KERACUNAN AKUT ARSEN

Gejala : Timbul dalam 2 jam setelah masuknya racun, yaitu :

  1. Rasa terbakar pada tenggorokan, retrosternum dan epigastrium.
  2. Rasa haus yang hebat disertai mual, muntah dan diare, terdiri dari isi lambung, empedu, lendir dan darah
  3. Nyeri yang akut pada abdomen mungkin karena adanya perforasi lambung.
  4. Tenesmus dan rasa terbakar pada rektum disertai tinja berwarna hitam karena mengandung darah dan banyak mengandung cairan seperti diare pada kolera. Hal ini karena robeknya pembuluh darah yang terdapat dibawah mukosa usus halus yang disertai dengan transudasi dari kapiler.
  5. Tekanan darah rendah dan dehidrasi, gelisah.
  6. Pada lidah dijumpai beslag, digusi, terdapat sel darah merah pada usus, gagal ginjal.
  7. Kejang-kejang, otot dan kulit terasa sakit, deskuamasi kulit.
  8. Tanda-tanda syok akan menonjol pada tahap menjelang kematian, kolaps, delirium, sakit kepala, stupor.
  9. Koma, kejang-kejang dan meninggal
  10. Pada kasus dimana racun As dalam bentuk serbuk, pasien batuk dengan dahak berbusa, gangguan pernafasan dan sianosis ® edema paru akut.
  11. Parialisis seluruh anggota badan mungkin bisa terjadi sebelum kematian (bentuk narkotik dari keracunan arsen)

Cara kematian keracunan Arsen :

  • Dehidrasi – syok
  • Kejang – kejang, kegagalan ginjal
  • Edema paru – paru

KERACUNAN SUB AKUT

            Muncul gejala-gejala lebih lambat dan gejala pada sistem saraf lebih menonjol, misalnya muritis perifer multiple, nyeri otot-otot betis dan paralisis otot. Pada sistem pencernaan, yaitu nyeri abdomen, muntah, tinja yang berwarna gelap dan mengandung darah. Kulit berwarna kuning muncul kemudian.

Dosis fatal : 180 mg.

Periode fatal : 12-48 jam. Pada beberapa kasus periode fatal ini sangat pendek yaitu ½ jam karena dosis yang tinggi, akan mengakibatkan efek syok kardiostoksik tanpa gejala gastroenteritis.

DIAGNOSIS BANDING

Keracunan Arsen dengan kolera, dibawah ini dijelaskan perbedaan keracunan Arsen dengan cholera, yaitu :

Keracunan Arsen Kolera
1.        Pada beberapa kasus (misalnya pembunuhan)

2.        Nyeri tenggorokan dirasakan sebelum muntah.

3.        Timbul gejala mendadak

4.        Suara tidak dipengaruhi

5.        Konjungtiva mengalami kongesti dan inflamasi

6.        Muntah diikuti dengan diare

7.        Muntah mengandung bercak darah

8.        Tinja seperti cairan beras dan mengandung darah

9.        Ada tenesmus

10.    Pada pemeriksaan tinja ditemukan arsen

11.    Kasus mediko – legal

1.       Terjadi dalam bentuk epidemi

2.       Nyeri tenggorokan dirasakan setelah muntahan

3.       Kira-kira 1 – 5 hari

4.       Suara serak dan kasar

5.       Konjungtiva normal

6.       Diare tidak diikuti muntah

7.       Muntah cair dan bercampur darah

8.       Tinja hanya seperti air cucian beras dan tidak mengandung darah

9.       Tidak ada tenesmus

10.   pemeriksaan tinja ditemukan vibrio kolera

11.   Tidak kasus mediko – legal

 

KERACUNAN ARSEN KRONIS

Keadaan ini ditemukan pada :

  1. Pekerjaan industri yang menggunakan Arsen, misalnya industri peleburan, pertambangan, insektisida, cat, bahan berwarna, kosmetik, obat-obatan, dan lain-lain.
  2. Setelah mengalami keracunan akut Arsen, terutama setelah sembuh dari keracunan berat.

Timbulnya perlahan-lahan dan dapat dibagi menjadi 4 tahap :

  • Tahap Pertama : Berat badan menurun, nyeri kolik, gangguan sistem pencernaan, diare, muntah.
  • Tahap Kedua :    Erupsi pada kulit disertai dengan peradangan pada saluran pernafasan atas. Suara serak dan kasar. Kerusakan pada hati dan ginjal mulai muncul. Kuku sangat rapuh dan menunjukkan garis – garis pigmentasi.
  • Tahap Ketetiga :    Sistem sensoris mulai terkena, sehingga merasakan pusing, kebas pada anggota badan, dan hiperestesia. Penekanan pada susm-sum tulang bisa mengakibatkan anemia aplastik
  • Tahap Keempat :    Terjadi Neuritis perifer dan atropi otot. Pasien mengalami “ wrist drop “ atau “ foot drop “ otot jantung juga bisa terbuka sehingga mengakibatkan kematian.

PEMERIKSAAN KEDOKTERAN FORENSIK

Korban mati keracunan akut

  1. Pemeriksaan luar : Tanda-tanda dehidrasi, misalnya mata cekung, penonjolan tulang-tulang wajah.
  2. Pemeriksaan dalam :
    • Mulut : Mukosa biasanya normal tetapi tampak tanda-tanda inflamasi.
    • Sistem pencernaan : tanda-tanda iritasi lambung, mukosa berwarna merah, kadang-kadang dengan perdarahan (flea bitten appearance), iritasi lambung dapat menyebabkan produksi musin yang menutupi mukosa dengan akibat partike-partikel As dapat bertahan. Isi lambung berwarna gelap.
    • pada jantung : Perdarahan sub endokard pada septum. Histopatologik jantung menunjukkan infiltrasi sel-sel radang bulat pada miokard.
  3. Pada korban meninggal diambil semua organ, darah , urin, isi, usus, isi lambung, rambut, kuku, kulit dan tulang.

Pada korban hidup :

diambil bahan-bahan untuk pemeriksaan toksikologik yaitu dari muntahan, urin, tinja, bilas lambung, darah, rambut, dan kuku.

Korban mati akibat keracunan Arsen :

  • Akan terlihat tanda-tanda kegagalan kardio respirasi akut
  • Bila meninggalnya lambat, ditemukan ikterus dengan anemia hemolitik, tanda-tanda kerusakan ginjal, berupa degenerasi lemak dengan nekrosis fokal serta nekrosis tubuli.

Korban mati akibat keracunan kronik :

  1. Pemeriksaan luar :
    • Tampak keadaan gizi buruk
    • Kulit pigmentasi coklat ( melanosis arsenik), keratosis telapak tangan dan kaki. (keratosis aresnik)
    • Kuku memperlihatkan garis-garis putih (mee’s line) pada bagian kuku yang tumbuh dan dasar kuku.
  2. Pemeriksaan dalam : tidak khas

Pemeriksaan Laboratorium

Pada kasus keracunan As, kadar dalam darah, urin, rambut dan kuku mengingkat.

Nilai batas normal kadar As adalah sebagai berikut :

  • Rambut kepala normal    : 0,5 mg/kg
  • Curiga keracuanan           : 0,75 mg/kg
  • Keracunan akut                : 30 mg/kg
  • Kuku normal                     : ≤ 1mg/kg
  • Curiga keracunan             : 1 mg/kg
  • keracunan akut                : 80 mg/kg

Dalam urin, arsen ditemukan dalam waktu 5 jam setelah diminum, dan dapat diteruskan 10-12 hari pemeriksaan toksikologik :

  1. Uji Reinsch
  2. Uji Gutzeit
  3. Uji Marsh
  4. Fisika
  5. Kromatografi gas.

 Kepentingan dari segi mediko legal

  1. Arsen sangat sering digunakan untuk membunuh, karena :
    • Arsen tidak berasa, tidak berwarna, dan tidak berbau sehingga mudah dicampurkan pada makanan atau minuman tanpa dicurigai korban
    • gejala keracunannya umumnya seperti muntaber, sehingga sering mengelabui keluarga dan dokter yang kurang berpengalaman dengan kasus peracunan jenis ini
    • Harga murah
    • Mudah diperoleh
    • Sangat efektif karena hanya dibutuhkan dalam jumlah sedikit
  2. Keracunan karena ketidaksengajaan biasanya karena salah menentukan identitas
  3. Bunuh diri menggunakan arsen jarang ditemukan
  4. Sangat sering digunakan untuk meracuni sapi
  5. Kadang-kadang di gunakan membantu tindakan abortus.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s